EKBIS  

KFC Hadapi Penurunan Pendapatan Akibat Daya Beli Melemah

KFC (Foto:ilustrasi/pixabay)

Jakarta, Mediautama.news – Pengelola restoran cepat saji KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), masih mencatatkan kinerja keuangan negatif pada semester I 2025. Laporan keuangan perusahaan menunjukkan pendapatan turun dari Rp2,48 triliun menjadi Rp2,40 triliun.

Direktur Fast Food Indonesia, Wahyudi Martono, menyebut penurunan transaksi disebabkan melemahnya daya beli masyarakat. “Kita merasakan sekali adanya penurunan daya beli dari masyarakat yang menyebabkan transaksi kita juga turun cukup besar,” ujarnya dalam Public Expose virtual, Kamis (2/10/2025), dilansir dari detikFinance.

Selain itu, kondisi keuangan KFC masih terbebani dampak pandemi COVID-19, serta gerakan boikot pada 2023–2024 yang menekan penjualan. “Kalau dilihat dari tantangan yang ada, perseroan menghadapi berbagai kendala, mulai dari COVID sejak 2020 hingga boikot pada 2023–2024,” jelas Wahyudi.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Fast Food membukukan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 138,75 miliar di semester I 2025. Angka tersebut turun sekitar 60% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 348,83 miliar.

Kemudian, laba bruto KFC naik menjadi Rp 1,44 triliun di semester I 2025 dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 1,42 triliun.

Adapun total aset KFC tercatat naik di semester I 2025, yakni sebesar Rp 4,10 triliun dari paruh pertama 2024 sebesar Rp 3,52 triliun. KFC juga mencatat utang yang terus membengkak, menjadi Rp 3,97 triliun hingga semester I 2025 dari sebesar Rp 3,40 triliun di akhir Desember 2024.(r)

Editor: Edward