DUNIA  

Langkah Tegas Xi Jinping! Dua Jenderal dan Tujuh Pejabat Militer Dipecat karena Korupsi

Presiden China Xi Jinping (Foto: AFP/PEDRO PARDO)

Jakarta, Mediautama.news – Sembilan pejabat tinggi militer dari keanggotaan Partai Komunis China dipecat oleh Presiden China Xi Jinping, atas dugaan korupsi. Dua di antaranya merupakan perwira berpangkat jenderal.

Kedua pejabat itu adalah Jenderal He Weidong, wakil komandan tertinggi militer China, dan Laksamana Miao Hua dari Angkatan Laut. Keduanya dicopot karena dugaan keterlibatan dalam praktik korupsi di tubuh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Selain He dan Miao, tujuh pejabat militer senior lainnya juga dipecat karena dianggap melanggar disiplin Partai serta diduga melakukan tindak pidana serius yang melibatkan jumlah uang sangat besar.

“Pelanggaran yang mereka lakukan sangat serius dan memiliki konsekuensi yang sangat merugikan,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan China, Zhang Xiaogang, dilansir Reuters dan dikutip dari CNNIndonesia.com

Pemecatan He Weidong adalah pemecatan pertama terhadap seorang jenderal yang masih menjabat aktif di Komisi Militer Pusat sejak Revolusi Kebudayaan 1966-1976. He tak muncul di hadapan publik sejak Maret lalu.

Sementara itu Miao Hua sebelumnya dipecat dari Komisi Militer Pusat pada Juni, setelah diselidiki atas pelanggaran disiplin serius sejak November 2024 lalu.

Pejabat lain yang dipecat antara lain eks pejabat senior di Departemen Pekerjaan Politik He Hongjun, Wang Xiubin dari Pusat Komando Operasi Gabungan Militer Pusat, mantan komandan Komando Teater Timur Lin Xiangyang, dan dua mantan komisaris politik di Angkatan Dara dan Angkatan Laut PLA.

Para pengamat mengatakan bahwa banyak dari pejabat ini telah menghilang dari pandangan publik selama beberapa bulan.

Pengumuman pemecatan sederet jenderal ini dilakukan hanya beberapa hari sebelum Komite Sentral Partai Komunis akan menggelar Sidang Pleno Keempat di Beijing.

“Xi memang sedang membersihkan internal. Pemberhentian resmi He dan Miao berarti ia akan menunjuk anggota baru Komite Militer Pusat di Sidang Pleno,” kata peneliti di Global China Hub di Atlantic Council, Wen Ti Sung.(r)

Editor: Edward