Markas Penipuan Online Terbesar Dunia Digerebek, 2.000 Pelaku Diringkus Militer Myanmar

Dibebaskan: Ribuan warga negara asing yang dibebaskan dari pusat operasi penipuan online dan diperdagangkan terjebak dalam ketidakpastian di Myawaddy, Myanmar, Rabu (26/2/2025).(Foto:REUTERS/Stringer)

Jakarta, Mediautama.news – Kompleks penipuan daring terbesar di Myanmar KK Park yang berlokasi dekat perbatasan Thailand, digerebek militer di negara tersebut. Dalam operasi besar-besaran itu, lebih dari 2.000 orang berhasil ditahan.

Menurut laporan harian Myanma Alinn dan dilansir dari CNBC Indonesia, penggerebekan ini merupakan bagian dari upaya memberantas jaringan kejahatan siber lintas batas yang telah menipu korban di berbagai negara. Operasi dimulai sejak awal September lalu.

Media pemerintah setempat dikutip Selasa (21/10/2025) menyebut, lebih dari 260 bangunan ilegal ditemukan dan 30 terminal internet satelit Starlink disita.

Seperti diketahui, bahwa KK Park dikenal sebagai pusat aktivitas kejahatan siber yang menjalankan berbagai modus penipuan daring, seperti romansa palsu dan investasi fiktif. Praktik ini banyak memakan korban yang direkrut dari luar negeri dengan iming-iming pekerjaan sah, namun kemudian disekap dan dipaksa melakukan penipuan.

Juru bicara junta militer Myanmar, Mayor Jenderal Zaw Min Tun, mengatakan pihaknya menemukan indikasi keterlibatan kelompok bersenjata etnis Karen dalam operasi kejahatan tersebut.

“Kami menuduh para pemimpin Serikat Nasional Karen terlibat dalam proyek penipuan di KK Park,” ujar Zaw Min Tun seperti dikutip Reuters. Namun, kelompok etnis tersebut membantah tuduhan itu, menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam aktivitas kriminal apapun.

Penggerebekan di KK Park dilakukan setelah meningkatnya tekanan internasional terhadap jaringan penipuan di Asia Tenggara. Pekan lalu, Amerika Serikat dan Inggris menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pelaku kejahatan siber asal Kamboja, sementara pemimpinnya telah didakwa di pengadilan federal New York.

KK Park terletak di pinggiran Myawaddy, negara bagian Kayin, wilayah yang sebagian dikuasai militer dan sebagian lagi berada di bawah kendali milisi etnis.

Terminal Starlink yang digunakan jaringan penipuan turut menjadi sorotan. Meski layanan internet satelit milik SpaceX itu tidak memiliki izin operasi di Myanmar, ratusan unit disebut telah diselundupkan ke negara tersebut. Pihak Starlink belum memberikan komentar, namun kebijakan perusahaan melarang penggunaan untuk kegiatan “menipu atau melanggar hukum.”

Penggerebekan kali ini menambah daftar panjang tindakan keras terhadap jaringan penipuan daring di Myanmar. Awal tahun ini, operasi gabungan antara Myanmar dan Thailand yang didorong oleh tekanan dari China juga berhasil membebaskan ribuan korban perdagangan manusia dari kompleks serupa di wilayah perbatasan.(r)

Editor: Edward