India, Mediautama.news – Masyarakat India baru saja merayakan Diwali, Festival Cahaya yang melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan.
Namun, sehari setelah Diwali, warga Desa Gumatapura di Karnataka justru menggelar tradisi unik bernama Gore Habba atau Festival Kotoran Sapi.
Setiap tahun, ribuan orang dari berbagai desa datang untuk mengikuti ritual yang sudah berlangsung selama berabad-abad ini. Dalam perayaan tersebut, warga saling melempar dan mengoleskan kotoran sapi ke tubuh merek sebagai simbol penyucian, persatuan, dan berkah.
Dilansir dari CNBC Indonesia, tradisi dimulai di Kuil Beereshwara, tempat warga berdoa dan menumpuk kotoran sapi segar. Anak-anak juga berkeliling mengumpulkan susu dan ghee untuk ritual pemujaan dewa desa, Kareswara.
Seorang tokoh simbolik bernama Chadikora diarak keliling desa dengan seekor keledai sebelum “perang kotoran” dimulai. Prosesi ini dipercaya untuk mengenang seorang suci yang dahulu tinggal di desa tersebut, dan sejak itu menjadi bagian penting dari budaya lokal.
Meski tampak berantakan, bagi warga Gumatapura, Gore Habba adalah simbol kebersamaan. Mereka percaya, ketika semua orang menjadi kotor bersama, itulah saatnya mereka menjadi bersih kembali lahir dalam kesetaraan dan persaudaraan.(r)
Editor: Edward






