Jakarta, Mediautama.news – Serangan militan kembali terjadi di Pakistan setelah sebuah aksi terencana menewaskan lima personel kepolisian di wilayah barat laut negara tersebut, Selasa (23/12/2025).
Kepolisian setempat menyebutkan, sebuah mobil van yang membawa aparat disergap di Distrik Karak, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Kendaraan itu lebih dulu terkena bom rakitan, sebelum para pelaku melancarkan tembakan ke arah polisi di dalamnya.
Insiden ini menambah panjang daftar tantangan keamanan yang dihadapi Pakistan di tengah meningkatnya kembali aktivitas kelompok bersenjata.
Akibat serangan tersebut, empat polisi yang jadi penumpang dan seorang yang bertugas sebagai sopir van tewas di lokasi kejadian. Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Serangan di Karak menjadi perhatian khusus aparat keamanan karena wilayah tersebut selama ini relatif jarang terdampak aksi militan dibandingkan distrik lain di Khyber Pakhtunkhwa, provinsi yang kerap menjadi pusat kekerasan ekstremis.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras serangan itu dan menyampaikan penghormatan terhadap peran aparat kepolisian dalam menjaga keamanan nasional.
“Polisi selalu memainkan peran garis depan dalam perang melawan terorisme,” kata Sharif, dilansir Reuters dan dikutip dari CNBC Indonesia.
Insiden ini terjadi di tengah memburuknya hubungan Pakistan dengan negara tetangganya, Afghanistan. Ketegangan kedua negara meningkat setelah lonjakan kekerasan lintas batas, menyusul runtuhnya upaya gencatan senjata pasca bentrokan perbatasan terburuk sejak Taliban kembali berkuasa pada Oktober lalu.
Islamabad menuding meningkatnya aksi militan di wilayahnya berkaitan dengan keberadaan kelompok bersenjata yang beroperasi dari wilayah Afghanistan dan menggunakan negara tersebut sebagai basis perencanaan serangan. Namun, pemerintah di Kabul membantah tuduhan itu dan menyatakan bahwa persoalan keamanan Pakistan merupakan masalah internal.
Wilayah perbatasan Pakistan yang bergunung-gunung selama hampir dua dekade terakhir menjadi tempat beroperasinya kelompok militan Islam Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP). Kelompok ini diketahui telah melancarkan perang bersenjata berkepanjangan terhadap negara Pakistan, menargetkan aparat keamanan dan simbol-simbol negara hampir selama 20 tahun terakhir.(r)
Editor: Edward






