Jakarta, Mediautama.news – Regulator transportasi Kanada meminta Air India melakukan penyelidikan internal setelah seorang pilot dikeluarkan dari pesawat sesaat sebelum lepas landas di Bandara Internasional Vancouver. Pilot tersebut diduga berada dalam kondisi mabuk saat menjalankan tugas.
Sumber yang mengetahui langsung insiden itu menyebutkan, polisi Kanada melakukan dua kali tes breathalyser terhadap pilot bersangkutan dan hasilnya menunjukkan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat untuk terbang. Otoritas Perhubungan Kanada menegaskan kejadian ini merupakan “masalah serius” dan tidak menutup kemungkinan adanya langkah penegakan hukum.
Otoritas tersebut dalam pernyataan resmi, seperti dikutip Reuters dan dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (7/1/2026) menyebutkan, bahwa Transport Canada akan berdialog dengan Air India dan regulator penerbangan India untuk memastikan tindakan tindak lanjut yang tepat diambil.
Penerbangan rute Vancouver-Delhi pada 23 Desember, sebagaimana dijelaskan Air Asia, mengalami penundaan mendadak akibat insiden itu. Maskapai menyebut pilot pengganti segera didatangkan agar penerbangan tetap berjalan.
“Otoritas Kanada telah menyampaikan kekhawatiran terkait kesesuaian pilot untuk bertugas,” ujar Air India dalam pernyataannya, tanpa merinci lebih lanjut.
Air India adalah maskapai milik Tata Group dan Singapore Airlines . Perusahaan menegaskan telah menangguhkan sementara pilot yang bersangkutan selama proses penyelidikan berlangsung.
“Air India menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap pelanggaran aturan dan regulasi yang berlaku,” tegas manajemen.
“Sambil menunggu hasil investigasi, setiap pelanggaran yang terkonfirmasi akan dikenakan tindakan disiplin yang ketat sesuai kebijakan perusahaan,” tambahnya.
Pesawat yang digunakan dalam penerbangan tersebut adalah Boeing 777, yang mampu mengangkut hingga 344 penumpang, berdasarkan data Flightradar24 dan situs resmi Air India. Menurut sumber yang sama, pejabat Transport Canada Ajit Oommen telah mengirimkan surat kepada Air India, meminta maskapai menyampaikan hasil investigasi serta langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang, paling lambat 26 Januari.
Pekan ini, Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India (DGCA) mengirimkan surat peringatan kepada empat pilot Air India terkait “kekhawatiran keselamatan serius” dalam kepatuhan regulasi dan pengambilan keputusan awak. DGCA juga mengusulkan pengetatan aturan uji alkohol, termasuk wacana pencabutan lisensi permanen bagi pilot yang tiga kali dinyatakan positif.
Sebagai perbandingan, aturan Kanada melarang pilot mengoperasikan pesawat dalam waktu 12 jam setelah mengkonsumsi alkohol. Pelanggaran dapat berujung sanksi administratif hingga denda.
Insiden ini menambah sorotan terhadap Air India, yang tengah berada di bawah pengawasan ketat sejak kecelakaan Boeing Dreamliner pada 12 Juni lalu yang menewaskan 260 orang. Regulator penerbangan India sebelumnya juga menyoroti sejumlah pelanggaran keselamatan di maskapai tersebut.(r)
Editor: Edward






