Microsoft–PLN Jajaki Kerja Sama Energi Surya untuk Kebutuhan Pusat Data

Presiden Cloud Operations & Innovation Microsoft, Noelle Walsh (Foto: CNN Indonesia/Loamy N)

Jakarta, Mediautama.news – Microsoft berencana bekerja sama dengan PT PLN untuk menghadirkan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 200 megawatt (MW) sebagai sumber energi bagi pusat data mereka di Indonesia. Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan penggunaan energi bersih
.
Presiden Cloud Operations & Innovation Microsoft, Noelle Walsh, mengatakan pihaknya saat ini tengah merampungkan kontrak dengan PLN dan optimistis pengumuman resmi akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Saya sangat senang dan yakin dalam waktu dekat kami akan mengumumkan kontrak yang sedang kami kerjakan bersama PLN. Kami sangat serius terhadap keberlanjutan, dan ini merupakan kontrak berdurasi 10 tahun untuk menghadirkan energi surya ke jaringan listrik di Indonesia,” ujar Noelle Walsh saat mengunjungi fasilitas Data Center Microsoft di Karawang, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026), mengutip CNN Indonesia.

Menurut Noelle Walsh, 200 Megawatt akan membantu membuat jaringan listrik di kawasan tersebut lebih ramah lingkungan, dan memungkinkan pihaknya untuk menggunakan energi tersebut untuk mengoperasikan pusat data mereka.

Noelle tidak menjelaskan lebih lanjut tentang rencana penyediaan ramah lingkungan ini. Namun, langkah ini menjadi wujud keseriusan Microsoft terhadap keberlanjutan di berbagai sisi bisnisnya.

Microsoft sendiri menyatakan komitmen untuk 100 persen bebas energi karbon dalam operasionalnya pada akhir 2025.

Sementara, Alistair Speirs, General Manager Azure Infrastructure Microsoft menyampaikan bahwa pihaknya melakukan semua ini (inovasi data center) dengan komitmen untuk menggunakan energi nol karbon 100 persen di seluruh armada mereka pada akhir 2025.

“Dan Anda sudah tahu bahwa sekarang adalah tahun 2026, sehingga kami berharap dapat melakukan lebih banyak lagi dalam periode ini, setelah kami menyelesaikan lebih banyak audit dan pemeriksaan terhadap infrastruktur tersebut,” tegasnya.

“Tentu saja, bukan hanya karbon yang terkandung dalam energi yang perlu kami pertimbangkan dalam fasilitas seperti ini,” katanya menambahkan.

Alistair juga menyinggung karbon yang tertanam dalam bahan bangunan dan material konstruksi di seluruh dunia, sehingga mereka terus berinovasi dalam teknik konstruksi, baik itu dengan menggunakan kayu untuk mengurangi jejak karbon fasilitas pusat data, maupun dengan mengembangkan prototipe beton baru yang menggunakan lebih sedikit karbon.

Langkah-langkah tersebut, katanya, sejalan dengan komitmen keberlanjutan Microsoft sebagai perusahaan untuk menjadi netral karbon pada 2030 di seluruh operasinya.

Selain itu, Microsoft juga memiliki komitmen untuk mencapai water positive pada 2030. Komitmen ini berupaya mengembalikan lebih banyak air ke ekosistem daripada yang Microsoft gunakan dalam operasinya.

Fasilitas data center Microsoft di Karawang sendiri memiliki total kapasitas 144MW ketika semuanya beroperasi penuh. Microsoft juga memiliki dua kampus data center lain dengan total kapasitas 144MW.(r)

Editor: AR Manik Raja