DUNIA  

Guncang Amerika! Video Rasis Viral, Trump Tolak Minta Maaf

Barack Obama dan Donald Trump (Foto:dok/Roberto Schmid/AFP via Getty images)

Jakarta, Mediautama.news – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak untuk meminta maaf atas unggahan di akun Truth Social pribadinya yang memuat konten bernuansa rasis terhadap mantan Presiden Barack Obama dan mantan Ibu Negara Michelle Obama.

Meski video tersebut telah dihapus setelah memicu kecaman lintas partai, Trump menegaskan dirinya tidak melakukan kesalahan. “Tidak, saya tidak membuat kesalahan,” tegasnya kepada wartawan, seperti dikutip dari The Guardian dan melansir CNBC Indonesia, Sabtu (7/2/2026).

Kontroversi bermula dari video berdurasi 62 detik yang awalnya menyoroti teori konspirasi terkait pemilu 2020. Pada bagian akhir video, muncul gambar hasil manipulasi yang menampilkan wajah Barack dan Michelle Obama yang ditempelkan pada tubuh primata, sementara Trump digambarkan sebagai sosok ‘Raja Hutan’. Video tersebut merupakan unggahan ulang dari situs yang mendukungnya, Patriot News Outlet.

Awalnya, Gedung Putih membela unggahan tersebut sebagai meme internet yang terinspirasi dari film The Lion King. Namun, setelah gelombang protes datang termasuk dari sejumlah politisi Partai Republik video akhirnya dihapus dengan alasan kesalahan teknis pada bagian konten.

Sejumlah tokoh politik dari kedua kubu mengecam keras unggahan tersebut. Senator Republik Tim Scott menyebutnya sebagai hal paling rasis yang pernah ia saksikan dari Gedung Putih, sementara anggota Kongres Mike Lawler menilai unggahan itu salah dan sangat menyinggung, yang seharusnya diikuti dengan permintaan maaf.

Dari kubu Demokrat, kritik datang dengan nada lebih tajam. Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries, Senator Chuck Schumer, hingga Gubernur California Gavin Newsom secara terpisah mengecam tindakan Trump sebagai bentuk rasisme yang merendahkan martabat negara. Organisasi hak sipil Nasional Association for the Advancement of Colored People (NAACP) juga menyatakan video tersebut sangat rasis dan benar-benar tercela.

Kontroversi terbaru ini kembali menyoroti kondisi polarisasi politik yang mengakar, serta ketegangan seputar isu rasial yang terus menjadi beban dalam dinamika politik Amerika Serikat.(r)

Editor: AR Manik Raja