DUNIA  

Iran Siap Perang Intens 6 Bulan Lawan Aliansi AS–Israel, Rudal Canggih Segera Dikerahkan

Asap dan Api Membubung: Terlihat Asap dan api membubung dari lokasi serangan udara di Bandara Internasional Mehrabad di Teheran, Iran, Sabtu (7/3/2026). dini hari waktu setempat. (ATTA KENARE/AFP)

Jakarta, Mediautama.news – Iran menyatakan siap menghadapi perang jangka panjang melawan aliansi Amerika Serikat–Israel. Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Minggu (8/3/2026) mengklaim negaranya mampu bertahan dalam perang intens hingga enam bulan, seiring eskalasi konflik yang terus meluas di Timur Tengah

“Iran mampu mempertahankan “perang intens” selama 6 bulan dengan intensitas pertempuran saat ini ,” ungkap Juru bicara Garda Revolusi, Ali Mohammad Naini.

Sejauh ini, jelasnya, Iran baru menggunakan rudal generasi pertama dan kedua. Namun dalam beberapa hari ke depan, Iran disebut akan mengerahkan rudal jarak jauh yang lebih canggih dan jarang digunakan.

Dilansir AFP dan mengutip CNBC Indonesia, ketegangan kawasan makin meningkat setelah Israel mengumumkan serangan terhadap sejumlah komandan Iran di sebuah hotel tepi laut di pusat Beirut, Lebanon. Serangan tersebut terjadi di tengah rangkaian serangan lintas negara yang turut berdampak pada Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Kuwait.

Di saat bersamaan, Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat gelombang drone yang menuju sejumlah target, termasuk kawasan diplomatik di ibu kota Riyadh. Kuwait juga mengungkapkan bahwa serangan drone menghantam tangki bahan bakar di bandara internasional negara tersebut.

Serangan terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar penerbangan Kuwait memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi global. Situasi itu diperparah setelah perusahaan minyak nasional Kuwait mengumumkan pemangkasan produksi minyak mentah akibat ancaman terhadap Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia.

Di Iran sendiri, pemerintah menuduh AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sebuah depot minyak di ibu kota Teheran pada Sabtu. Serangan tersebut menjadi laporan pertama yang menyasar infrastruktur minyak Republik Islam sejak konflik dimulai.

Militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka menargetkan sejumlah fasilitas penyimpanan bahan bakar di Teheran.

Israel menyebut serangan itu menyasar sejumlah fasilitas BBM Iran yang digunakan untuk mengoperasikan infrastruktur militer.

Militer Israel juga meluncurkan gelombang serangan baru di seluruh pada Minggu. Serangan tersebut terjadi setelah Israel melakukan serangan presisi terhadap sejumlah “komandan kunci” di Pasukan Quds, unit operasi luar negeri IRGC, di sebuah hotel yang terletak di kawasan wisata pusat Beirut.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan sedikitnya empat orang tewas akibat serangan di hotel tersebut.

Adapun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya akan melanjutkan operasi militer terhadap Iran dengan kekuatan penuh.

Ia sebelumnya menyatakan Israel akan melanjutkan perang “dengan seluruh kekuatan kami.”

Netanyahu juga disebut memiliki rencana untuk menghapus kepemimpinan Iran setelah serangan gabungan AS-Israel pekan lalu menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang kemudian memicu konflik regional yang lebih luas.(r)

Editor: Edward