EKBIS  

Wow! Harga Emas Dunia Melonjak, Sentuh Level Tertinggi dalam Sepekan

Emas Batangan (Foto:ilustrasi/Freepik)

Jakarta, Mediautama.news – Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa (10/3/2026) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Logam mulia ini bahkan menyentuh level tertinggi dalam sekitar sepekan terakhir seiring meningkatnya permintaan aset aman (safe haven).

Berdasarkan data pasar, melansir Bloomberg Technoz, harga emas dunia di pasar spot ditutup di level US$ 5.191,5 per troy ons, menguat 1,01% dibandingkan perdagangan sebelumnya dan menjadi posisi tertinggi sejak 2 Maret 2026.

Pada perdagangan Rabu pagi, harga emas masih menunjukkan tren kenaikan meski tipis. Hingga pukul pagi hari, harga emas tercatat naik 0,02% menjadi US$ 5.192,5 per troy ons.

Penguatan harga emas dipicu meningkatnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright sempat menyatakan melalui media sosial bahwa militer AS akan mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.

Namun pernyataan tersebut kemudian dihapus, dan Gedung Putih menegaskan tidak ada rencana pengawalan terhadap kapal tanker minyak yang melewati kawasan konflik tersebut.

Hingga kini, jalur pelayaran di Selat Hormuz masih dalam kondisi tertutup sehingga memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Situasi tersebut turut mendorong lonjakan harga minyak dunia. Pada pukul 07.00 WIB, harga minyak mentah jenis Brent tercatat melonjak 3,22% menjadi US$ 90,62 per barel.

Konflik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran di kawasan Timur Tengah turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas energi dunia. Dalam kondisi ketidakpastian seperti ini, emas kerap menjadi pilihan investor sebagai aset lindung nilai.

Secara teknikal, pergerakan harga emas masih berada di zona bullish dalam kerangka waktu harian (daily time frame). Hal ini terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang berada di level 56, menunjukkan momentum penguatan masih cukup terjaga.

Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari berada di level 36, yang masih mencerminkan tekanan jual dalam jangka pendek.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas berpotensi mengalami koreksi jika dilihat dari sisi teknikal. Investor perlu mencermati pivot point di level US$ 5.189 per troy ons. Apabila harga bergerak turun dari titik tersebut, emas berpotensi menguji support US$ 5.180 per troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10. Support berikutnya berada di kisaran US$ 5.157 hingga US$ 5.113 per troy ons.

Adapun level support terendah yang menjadi skenario paling pesimistis berada di sekitar US$ 5.026 per troy ons.
Sebaliknya, jika harga emas mampu melanjutkan penguatan, maka resistance terdekat berada di level US$ 5.209 per troy ons. Jika level tersebut berhasil ditembus, harga berpotensi naik menuju kisaran US$ 5.230 hingga US$ 5.275 per troy ons.

Sementara itu, target kenaikan paling optimistis berada di sekitar US$ 5.368 per troy ons.(r)

Editor: Edward