Madina, Mediautama.news – Jembatan Gantung di Desa Aek Sale Baru, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), selesai dibangun Kodim 0212/Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (10/3/2026).
Setelah rampung dibangun, Jembatan sepanjang 55 meter, dengan lebar 1,6 meter itu kini telah mempermudah akses masyarakat, karena selama ini harus menyeberangi sungai saat keluar masuk kampung Sale Baru, Kecamatan Muara Batang Gadis.
Pembangunan jembatan tersebut dikerjakan oleh Kodim 0212/TS, melalui personel Koramil 0212-17/Natal bersama Satuan Denzibang prajurit Yonif TP 901/SG serta warga setempat.
Adapun Jembatan gantung di Desa Sale Baru ini menghubungkan ke Dusun Bronjong dan Dusun Bulung Gadung, Kecamatan Muara Batang Gadis hingga ke Desa Simpang Bambu, Kecamatan Natal.
Sebelum jembatan dibangun, masyarakat yang beraktivitas sehari hari, mengarungi sungai dengan cara menantang arus untuk melintas (menyebrang) harus berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua. Tentu dalam hal ini sangat berisiko tinggi, terutama saat debit air sungai meningkat.
Lebih parahnya lagi dialami masyarakat, ketika terjadi banjir, maka akses keluar masuk kampung kerap lumpuh total sehingga masyarakat tidak dapat menyeberangi sungai yang arus yang dikenal tergolong kencang.
Menurut sumber berita dari Pendam I/BB bahwa, pekerjaan pembangunan jembatan meliputi tahapan persiapan, survei dan desain, pembangunan struktur bawah atau pondasi, pembangunan struktur atas menara, pemasangan kabel utama dan kabel penggantung, pemasangan lantai jembatan hingga tahap penyelesaian berupa finishing serta pengecatan.
Saat ini pembangunan telah rampung dengan progres 100 persen, hingga jembatan itu kini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf. Asrul Kurniawan Harahap, menyampaikan kepada awak media, pembangunan jembatan gantung oleh Kodim 0212/Tapanuli Selatan merupakan, wujud nyata peran TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan rampungnya jembatan tersebut, diharapkan akses transportasi warga menjadi lebih mudah dan aman sehingga aktivitas sosial, maupun perekonomian masyarakat di wilayah itu dapat berjalan lebih lancar”, tutup Kolonel Inf. Asrul Kurniawan Harahap.(Yoes).
Editor: Edward






