DUNIA  

Iran Ancam Serang Google hingga Nvidia di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

Terlihat peluncuran Rudal Balistik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).(Foto: Kantor Berita Tasnim via inilah.com)

Jakarta, Mediautama.news – Ketegangan konflik di Timur Tengah terus meningkat. Iran memperingatkan bahwa sejumlah perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat berpotensi menjadi target serangan jika eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut.

Peringatan tersebut disampaikan oleh pasukan elit Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang menyebut bahwa pusat ekonomi dan lembaga keuangan di kawasan Timur Tengah yang memiliki hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel dapat menjadi sasaran serangan.

Sejumlah perusahaan teknologi yang disebut dalam peringatan tersebut antara lain Google, Microsoft, Nvidia, Oracle, IBM, serta Palantir Technologies.

Mengutip laporan media internasional, ancaman itu muncul setelah sebuah gedung yang berafiliasi dengan Bank Sepah di Teheran dilaporkan terkena serangan, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters, melansir CNBC Indonesia.

Memasuki hari ke-12 konflik, Iran menuduh serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel telah menghantam hampir 10.000 lokasi sipil serta menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil, berdasarkan laporan Al Jazeera.

Juru bicara markas Khatam al-Anbiya Headquarters, yang menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa berada di bawah kendali IRGC, menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan pihak lawan telah membuka peluang bagi Iran untuk menargetkan pusat ekonomi di kawasan.

“Musuh telah membuka jalan bagi kami untuk menargetkan pusat ekonomi dan bank yang dimiliki Amerika Serikat dan rezim Zionis di kawasan,” kata juru bicara tersebut seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (14/3/2026) mengutip CNBC Indonesia.

Komando operasional militer Iran juga memperingatkan masyarakat agar tidak berada dalam radius satu kilometer dari bank-bank yang berpotensi menjadi sasaran.

Sementara itu, kantor berita Tasnim News Agency, yang memiliki hubungan dengan IRGC, merilis daftar kantor perusahaan teknologi Amerika Serikat yang disebut sebagai “target baru Iran”.

Laporan Al Jazeera menyebut perusahaan-perusahaan tersebut memiliki keterkaitan dengan Israel dan memproduksi teknologi yang digunakan untuk kepentingan militer. Beberapa di antaranya memiliki kantor di sejumlah kota di Israel serta negara-negara Teluk.

Media India NDTV juga melaporkan bahwa pesan tersebut menandai kemungkinan meluasnya konflik regional menjadi serangan terhadap infrastruktur ekonomi.

Ancaman Iran muncul setelah Teheran menuduh serangan Amerika Serikat dan Israel menghantam gedung yang terkait dengan Bank Sepah. Selain itu, Israel juga dilaporkan menyerang lembaga keuangan yang berafiliasi dengan kelompok Hezbollah di Beirut pada 9 Maret lalu.

“Dengan tindakan yang tidak sah dan tidak biasa ini, musuh memaksa kami untuk menargetkan pusat ekonomi dan bank yang terkait dengan Amerika Serikat dan rezim Zionis di kawasan,” ujar juru bicara komando militer Iran kepada Reuters.

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, sejumlah lembaga keuangan global mulai mengambil langkah pengamanan. Bank seperti Citigroup dan Standard Chartered dilaporkan mengevakuasi sebagian karyawan dari kantor mereka di Dubai.

Sementara itu, HSBC disebut menutup sementara cabangnya di Qatar hingga waktu yang belum ditentukan demi memastikan keselamatan karyawan dan nasabah.(r)

Editor: Edward