DUNIA  

Situasi Memanas, China Minta Warganya Segera Tinggalkan Israel

Kantor Kedutaan Besar China di Tel Aviv Israel (Foto:wikipedia)

Jakarta, Mediautama.news – Pemerintah China mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh warganya di Israel untuk segera meninggalkan negara tersebut menyusul memburuknya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Kedutaan Besar China di Israel mengimbau warganya agar tidak mengambil risiko dan segera mengevakuasi diri, baik dengan keluar dari wilayah Israel maupun kembali ke China secepat mungkin.

Pihak kedutaan, sebagaimana dilaporkan Kantor berita pemerintah Tiongkok, Xinhua, melansir CNNIndonesia, sedang mengatur misi evakuasi tambahan bagi warga negaranya melalui perbatasan Taba yang menghubungkan Israel dengan Mesir.

Langkah ini, seperti diberitakan Al Jazeera pada Selasa (24/3), diambil karena ancaman serangan udara yang semakin masif dan berbahaya bagi warga sipil di wilayah tersebut.

“Lingkup, frekuensi, dan intensitas serangan rudal dan drone terhadap Israel semakin meningkat, menyebabkan meningkatnya korban jiwa dan kerugian harta benda,” tulis pernyataan kedutaan yang dikutip oleh Xinhua.

Peringatan tersebut menyatakan bahwa insiden berulang kali di mana orang-orang terluka karena gagal mencapai tempat perlindungan bom tepat waktu.

Selain perintah evakuasi, pihak kedutaan juga memberikan instruksi khusus bagi warga negara Tiongkok yang masih bertahan di Israel untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.

Mereka diminta menjauhi titik-titik berisiko tinggi jadi target serangan, termasuk bandara, pelabuhan, pembangkit listrik, kilang minyak, fasilitas infrastruktur penting lainnya, serta situs-situs militer yang sensitif.

Dalam serangan terbaru, Iran menembakkan rudal ke Israel pada Selasa (24/3) pagi. Ledakan keras terdengar di Yerusalem ketika militer Israel mengirim tim pencarian dan penyelamatan ke bangunan yang rusak setelah dua kali serangan rudal Iran.

Israel mengatakan serangan rudal Iran terbaru ditujukan ke Israel utara dan bahwa mereka “berupaya untuk mencegat ancaman tersebut.”

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga mengancam akan menyerang pembangkit listrik di Israel menyusul ultimatum Presiden AS Donald Trump tentang serangan ke pembangkit listrik Iran jika terus tutup Selat Hormuz.(r)

Editor: Edward