DUNIA  

Tak Ada Negosiasi, Iran Bantah Klaim Trump di Tengah Perang

Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaqari (Foto:dok/Tasnim News Agency)

Jakarta, Mediautama.news – Konflik di Timur Tengah kian memanas setelah Iran menolak klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait adanya negosiasi damai, di tengah intensitas serangan antara Israel dan Iran yang terus meningkat.

Militer Iran melalui komando terpadu yang didominasi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan tidak ada pembicaraan dengan Washington, sekaligus membantah laporan rencana perdamaian yang disebut-sebut diajukan AS.

Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, dikutip Reuters dan melansir CNBC Indonesia, bahkan menyindir klaim Trump dan menegaskan Iran tidak akan bernegosiasi. Pernyataan serupa disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran yang menutup pintu diplomasi karena pengalaman buruk dengan AS.

Di lapangan, serangan udara masih terus berlangsung. Militer Israel dilaporkan menargetkan sejumlah infrastruktur di Teheran, sementara Iran membalas dengan serangan ke wilayah Israel, termasuk Tel Aviv.

Ketegangan juga meluas ke kawasan lain setelah Kuwait dan Arab Saudi melaporkan serangan drone, termasuk insiden kebakaran di Bandara Internasional Kuwait.

Meski sempat muncul kabar rencana gencatan senjata, situasi justru mengarah pada eskalasi. Amerika Serikat dikabarkan akan menambah ribuan pasukan di Timur Tengah, memicu kekhawatiran konflik berkepanjangan.(r)

Editor: Edward