DUNIA  

Serangan Israel Targetkan Petinggi Militer Iran, Komandan IRGC Alireza Tangsiri Dilaporkan Tewas

Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Alireza Tangsiri (Foto:X/@yo2thok)

Jakarta, Mediautama.news – Serangan udara Israel kembali menargetkan petinggi militer Iran. Kali ini, komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Alireza Tangsiri, diklaim tewas dalam operasi yang berlansung pada Rabu (25/3/2026) malam.

Insiden ini memperpanjang daftar petinggi militer Teheran yang gugur sejak konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran kian memanas sejak akhir Februari. Ketegangan yang meningkat juga berdampak pada keamanan kawasan, terutama di jalur vital Selat Hormuz, yang menjadi urat nadi perdagangan energi global.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut serangan tersebut turut menyasar sejumlah perwira tinggi di komando angkatan laut IRGC. Ia menegaskan operasi ini merupakan bagian dari upaya menekan ancaman terhadap pelayaran internasional.

“Individu yang bertanggung jawab atas operasi penanaman ranjau dan upaya pemblokiran Selat Hormuz telah dieliminasi,” ujar Katz dalam pernyataan video, seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (26/3/2026) dan melansir CNBC Indonesia.

Eskalasi terbaru ini semakin mempertegas meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah, di tengah kekhawatiran meluasnya konflik dan bertambahnya korban sipil.

Tangsiri adalah ‘komandan terkenal’ yang berperan penting dalam membentuk doktrin angkatan laut Iran yang menjadi dasar strategi negara itu di Selat Hormuz. Setidaknya dia lolos dalam dua kali percobaan pembunuhan sejak tahun lalu.

“Dia telah menjadi komandan angkatan laut selama bertahun-tahun, angkatan laut IRGC, dan dia dikenal banyak bekerja mengembangkan postur dan aspek teknis angkatan laut ini,” tulis Al Jazeera. “Dia juga bertanggung jawab mengembangkan drone untuk penggunaan maritim militer.”

Dalam beberapa pekan terakhir, Tangsiri berada di kota pelabuhan Iran, Bandar Abbas, dan secara langsung mengawasi upaya Iran menegaskan kendali atas Selat Hormuz dengan memblokir sejumlah kapal.

Akun media sosial Tangsiri juga mempublikasikan pembaruan mengenai kapal mana yang diizinkan melintas di selat tersebut, langkah yang turut memicu lonjakan harga energi global.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi kematian Tangsiri dari pihak Iran.

Adapun sejak dimulainya perang AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, Israel mengumumkan telah membunuh sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta kepala keamanan Ali Larijani.

Namun, dampak konflik jauh lebih berat dirasakan warga sipil. Dalam hampir satu bulan, sedikitnya 1.937 orang tewas, termasuk 452 perempuan dan anak-anak, kata Wakil Menteri Kesehatan Iran Ali Jafarian kepada Al Jazeera. Selain itu, sedikitnya 24.800 orang terluka, termasuk 4.000 perempuan dan 1.621 anak-anak, tambahnya.

Komandan Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper, mengatakan pembunuhan Alireza Tangsiri “membuat kawasan lebih aman”, dan menambahkan dalam unggahan di platform X bahwa pasukan AS telah menghancurkan sekitar 92% kapal angkatan laut besar Iran dalam operasi yang sedang berlangsung.(r)

Editor: Edward