DUNIA  

AS Kerahkan Kapal Serbu Amfibi, Isyarat Invasi Darat ke Iran ?

Tiba: Kapal serbu amfibi AS USS Tripoli yang dilaporkan tiba di kawasan Timur Tengah.(Foto:ANGKATAN LAUT AS via WIKIMEDIA COMMONS, via Kompas.com)

Jakarta, Mediautama.news – Kapal serbu amfibi USS Tripoli dilaporkan tiba di kawasan Timur Tengah pada Jumat (27/3/2026), di tengah meningkatnya spekulasi terkait kemungkinan pengerahan pasukan darat Amerika Serikat ke Iran. Kehadiran kapal perang tersebut dinilai sebagai bagian dari penguatan posisi militer Washington di kawasan yang tengah memanas.

Dikutip dari AFP dan melansir Kompas.com, Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan, kapal yang biasanya berbasis di Jepang itu mengangkut sekitar 3.500 Marinir dan pelaut. USS Tripoli juga membawa pesawat angkut dan pesawat tempur serang, serta aset serbu amfibi dan taktis.

Unggahan tersebut menampilkan empat gambar, termasuk satu gambar yang menunjukkan beberapa helikopter Seahawk di dek kapal. Ada juga beberapa pesawat Osprey yang biasanya digunakan untuk transportasi personel. Gambar lainnya menunjukkan pesawat tempur F-35.

Pentagon dilaporkan tengah menyusun rencana operasi darat terbatas di Iran yang dapat berlangsung selama beberapa pekan. Operasi ini disebut-sebut berpotensi menyasar Pulau Kharg serta sejumlah wilayah pesisir di sekitar Selat Hormuz. Meski demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut belum memberikan persetujuan atas pengerahan pasukan tersebut.

Laporan The Washington Post yang mengutip pejabat anonim menyebutkan bahwa skenario operasi darat itu tidak mengarah pada invasi skala penuh. Aksi militer yang dirancang lebih bersifat terbatas, dengan melibatkan pasukan operasi khusus serta infanteri konvensional untuk serangan terukur di titik-titik strategis.

Di sisi lain, kedatangan kelompok kapal USS Tripoli beriringan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang menegaskan bahwa Washington memiliki opsi untuk mencapai tujuannya di Iran tanpa harus mengerahkan pasukan darat.

Namun demikian, sikap Presiden Donald Trump terkait kemungkinan operasi tersebut masih belum jelas dan cenderung ambigu dalam beberapa pekan terakhir.

Sejumlah media AS bahkan melaporkan bahwa pemerintahannya tengah mempertimbangkan pengiriman sedikitnya 10.000 personel militer tambahan ke kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, Iran dilaporkan telah meningkatkan kesiapsiagaan militernya. Dalam beberapa pekan terakhir, Teheran disebut memindahkan personel ke Pulau Kharg serta memperkuat sistem pertahanan di wilayah tersebut. Sumber yang sama juga mengungkapkan bahwa Iran memasang berbagai jebakan, termasuk ranjau di sekitar pulau dan garis pantai, yang berpotensi menjadi titik pendaratan amfibi pasukan AS.(r)

Editor: AR Manik