SUMUT  

Atasi Sampah, Simalungun Perkuat Sinergi dan Sistem Pengelolaan

Komitmen: Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora menegaskan komitmen daerah untuk mendukung kebijakan nasional dalam pengelolaan sampah, pada Rakor Pengelolaan Sampah di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Selasa (7/4/2026).(Foto:Dok/Humas)

Simalungun, Mediautama.news – Pemkab Simalungun terus mengintensifkan pembenahan pengelolaan sampah secara terintegrasi dan berkelanjutan, guna menjawab tantangan di 32 kecamatan dan ratusan nagori serta kelurahan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Sumatera Utara, Selasa (7/4/2026).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun, Daniel H Silalahi, mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah saat ini masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan anggaran, minimnya sarana dan prasarana, hingga rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah.

Selain itu, sistem pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang masih terbuka juga menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. “Rakor ini merupakan tindak lanjut dari Rakornas Pengelolaan Sampah Tahun 2026, sekaligus momentum memperkuat sinergi lintas sektor dalam merumuskan solusi konkret,” ujar Daniel.

Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup RI, Eka Jatnika Arifin, menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan isu strategis yang tidak bisa diselesaikan secara parsial.

Ia menekankan, pentingnya perubahan paradigma pengelolaan sampah, dari sekadar membuang menjadi mengelola sejak dari sumber melalui pengurangan, pemilahan, dan pengolahan. “Pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, dengan peran aktif masyarakat sebagai kunci, termasuk dalam mendorong ekonomi sirkular,” tegasnya.

Sementara itu, arahan Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih yang disampaikan Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora menegaskan komitmen daerah untuk mendukung kebijakan nasional dalam pengelolaan sampah.
Pemerintah Kabupaten menargetkan transformasi sistem pengelolaan di TPA menuju sanitary landfill yang lebih modern dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat kelembagaan serta kapasitas sumber daya manusia.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Simalungun mendorong pembentukan dan pengaktifan Bank Sampah di setiap nagori dan kelurahan. Program ini dinilai strategis karena tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Kami mendorong seluruh perangkat daerah, camat, pangulu, dan lurah menjadi motor penggerak dalam membangun kesadaran masyarakat,” tegas Sekda.

Rakor ini diharapkan menjadi titik awal perubahan menuju tata kelola sampah yang lebih baik. Dengan sinergi yang kuat, Simalungun ditargetkan mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi daerah yang ASRI (Asri, Sehat, Rapi, Indah).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pimpinan perangkat daerah, camat se-Kabupaten Simalungun, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.(Sim1)

Editor: AR Manik