EKBIS  

Rupiah Melemah ke Rp17.500, Duh ! Harga Properti Bakal Naik ?

Perumahan (Foto:Ilustrasi/Muhammad Luthfi Rahman via CNBC Indonesia)

Jakarta, Mediautama.news – Pasar properti diperkirakan menghadapi tekanan makin berat akibat pelemahan daya beli, lonjakan harga energi, dan rupiah yang kini tembus Rp17.500 per dolar AS. Kondisi ini dipastikan memicu penyesuaian harga jual.

“Kenaikan harga tak terelakkan,” ujar Senior Director Strategic Consulting JLL Indonesia, Milda Abidin, di gedung Bursa Efek Jakarta (BEI), Selasa (12/5/2026), mengutip CNBC Indonesia.

Pengembang pun menyusun strategi menahan lonjakan harga agar tetap terjangkau. Langkah utama adalah memperbesar penggunaan material lokal dan meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) guna menekan biaya konstruksi.

Selain itu, di kawasan pusat bisnis, pengembang kini lebih memilih membangun hunian vertikal karena dinilai lebih efisien dan biaya bisa terbagi rata.

Meski harga pasti belum ditentukan, kenaikan diprediksi jauh di bawah lonjakan bahan baku. “Dulu saat baja naik 30–40%, dampak ke harga properti hanya di bawah 15%. Pola serupa diperkirakan akan terjadi lagi,” jelas Milda.(r)

Editor: Edward