Jakarta, Mediautama.news – Pemerintah Jepang berencana mengganti hingga 14 reaktor nuklir yang menua pada dekade 2050-an guna menjaga ketahanan energi nasional dan memenuhi lonjakan kebutuhan listrik di masa depan.
Rencana tersebut disampaikan Kementerian Perindustrian Jepang dalam rapat panel kementerian, Jumat (5/6/2026), mengutip AFP dilansir dari CNBC Indonesia.
Langkah ini menandai semakin kuatnya komitmen Tokyo untuk kembali mengandalkan energi nuklir lebih dari 15 tahun setelah bencana nuklir Fukushima pada 2011.
Berdasarkan draf yang dilaporkan sejumlah media Jepang, termasuk Kyodo News dan NHK, pemerintah menargetkan penggantian sekitar lima reaktor pada dekade 2040-an dan total hingga 14 reaktor pada dekade 2050-an. Ini menjadi pertama kalinya Jepang mengungkap target penggantian reaktor nuklir secara spesifik kepada publik.
Pemerintah Jepang menilai penambahan kapasitas listrik diperlukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan energi, terutama dari sektor kecerdasan buatan (AI), pusat data, dan industri semikonduktor.
Sebelumnya, Jepang memperkirakan akan menghadapi kekurangan pasokan listrik sekitar 5,5 juta kilowatt pada dekade 2040-an, setara dengan produksi lima reaktor nuklir modern.
Setelah menutup seluruh pembangkit nuklir pascabencana Fukushima, Jepang kini kembali mendorong pemanfaatan energi atom sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, mencapai target netralitas karbon 2050, serta memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.(r)
Editor: AR Manik






