TikTok, Reels dan Shorts, Studi Soroti Risiko Kecanduan terhadap Otak

Membuka medsos di gadget (Foto:ilutrasi/Pixabay)

Jakarta, Mediautama.news – Sebuah penelitian terbaru mengungkap adanya hubungan antara gejala kecanduan video pendek dan perbedaan struktur serta aktivitas sejumlah area otak yang berperan dalam kontrol diri, emosi, perhatian, dan sistem penghargaan.

Temuan ini muncul seiring meningkatnya popularitas platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal NeuroImage tahun 2025 itu melibatkan 111 mahasiswa di China. Peneliti menggunakan pemindaian MRI untuk mengamati kondisi otak peserta sekaligus mengukur tingkat kecanduan terhadap video pendek.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecanduan video pendek seseorang, semakin besar pula perubahan yang terdeteksi pada beberapa bagian otak. Melansir CNBC Indonesia, peneliti menemukan peningkatan volume pada orbitofrontal cortex (OFC) dan cerebellum, area yang berkaitan dengan pengambilan keputusan, kontrol impuls, pengolahan penghargaan dan regulasi emosi.

Selain itu, aktivitas otak yang lebih tinggi juga ditemukan pada dorsolateral prefrontal cortex (DLPFC), posterior cingulate cortex (PCC), cerebellum, dan temporal pole. Area-area tersebut berperan dalam pengendalian diri, perhatian, memori, refleksi diri, hingga pemrosesan emosi dan interaksi sosial.

Penelitian ini juga menemukan bahwa individu yang cenderung membandingkan dirinya dengan orang lain atau memiliki sifat iri lebih tinggi, lebih rentan mengalami gejala kecanduan video pendek.

Meski demikian, peneliti menegaskan studi ini tidak membuktikan bahwa platform video pendek secara langsung menyebabkan perubahan pada otak. Temuan tersebut hanya menunjukkan adanya hubungan antara gejala kecanduan video pendek dengan karakteristik struktur dan aktivitas otak yang diamati pada responden.(r)

Editor: Edward