Jakarta, Mediautama.news – Kementerian Kesehatan RI meningkatkan kewaspadaan setelah World Health Organization (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global.
Pemerintah mengimbau masyarakat menghindari konsumsi daging mentah maupun hewan liar guna menekan risiko penularan Ebola. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, Minggu (17/5/2026) mengutip detikhealth meminta masyarakat hanya mengonsumsi makanan yang dimasak hingga matang.
WHO mencatat lebih dari 300 kasus suspek Ebola dengan 88 kematian. Meski demikian, wabah tersebut belum dikategorikan sebagai pandemi seperti Covid-19 dan belum ada rekomendasi penutupan perbatasan internasional.
Merespons situasi itu, pemerintah memperketat pengawasan pelaku perjalanan internasional di pintu masuk negara melalui thermal scanner, observasi visual, dan aplikasi All Indonesia. Kemenkes juga menyiapkan 198 rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging serta memperkuat pengawasan di 21 rumah sakit sentinel di 20 provinsi.
Selain itu, pemerintah meningkatkan kapasitas laboratorium, pelatihan tenaga kesehatan, dan koordinasi lintas sektor bersama WHO.
Masyarakat diimbau tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti rajin mencuci tangan, memakai masker saat sakit, serta menghindari kontak langsung dengan orang, hewan, atau benda yang diduga terkontaminasi.
WHO menyebut wabah kali ini dipicu Bundibugyo ebolavirus, strain Ebola langka yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun terapi spesifik yang disetujui.(r)
Editor: Edward






