Jakarta, Mediautama.news – Penggunaan YouTube tanpa kontrol pada remaja dapat berkembang menjadi kecanduan yang berdampak serius pada mental, aktivitas, dan kehidupan sosial.
Mengacu pada American Society of Addiction Medicine, mengutip Kompas.com, kecanduan adalah kondisi kronis yang membuat seseorang terus melakukan suatu aktivitas meski berdampak buruk. Kebiasaan menonton video berlebihan termasuk perilaku kompulsif yang sulit dihentikan.
Dampak buruk yang kerap muncul pada remaja akibat penggunaan YouTube yang berlebihan, antara lain:
1. Mengganggu kesehatan mental dan memicu kecemasan.
Disadur Addiction center, Sabtu (28/3/2026), menurut Pakar Adiksi, Lisa Conatser, LPC, salah satu dampak paling signifikan dari kecanduan YouTube adalah gangguan pada kesehatan mental.
Remaja yang terlalu sering mengonsumsi konten digital cenderung lebih rentan mengalami kecemasan, stres, hingga perubahan suasana hati. Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan kecanduan perilaku, termasuk penggunaan internet berlebihan, memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kecemasan dan mood.
Jika tidak dikendalikan, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah psikologis yang lebih serius.
2. Menurunkan produktivitas dan mengganggu aktivitas harian.
Kecanduan YouTube juga berdampak langsung pada produktivitas remaja, baik dalam hal akademik maupun aktivitas sehari-hari. Kebiasaan menonton tanpa batas waktu sering kali membuat remaja menunda tugas sekolah, mengabaikan tanggung jawab, bahkan mengorbankan waktu tidur.
Menurut para ahli, perilaku ini termasuk dalam pola kompulsif, yaitu dorongan untuk terus melakukan suatu aktivitas meski sadar akan konsekuensinya.
Akibatnya, performa akademik bisa menurun, konsentrasi terganggu, dan rutinitas harian menjadi tidak teratur.
3. Berisiko terpapar konten negatif dan ekstrem.
Algoritma YouTube dirancang untuk terus merekomendasikan video berdasarkan riwayat tontonan pengguna.Hal ini bisa membuat remaja terjebak dalam lingkaran konten yang semakin spesifik, bahkan ekstrem.
Laporan dari organisasi seperti Anti-Defamation League menunjukkan bahwa sebagian pengguna pernah terpapar konten ekstrem akibat rekomendasi algoritma. Ketika remaja menonton satu jenis konten tertentu, sistem akan terus menyarankan video serupa, sehingga mereka bisa masuk ke dalam rabbit hole atau pola konsumsi yang sulit dihentikan.
4. Mengganggu hubungan sosial dan interaksi nyata
Di sisi lain, laporan dari Verywell Mind mengungkap bahwa kecanduan YouTube juga dapat berdampak pada hubungan sosial remaja.
Waktu yang seharusnya digunakan untuk berinteraksi dengan keluarga atau teman justru dihabiskan untuk menonton video. Akibatnya, kualitas hubungan dengan orang sekitar bisa menurun. Remaja menjadi lebih tertutup, kurang responsif, dan cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.
Kecanduan perilaku dapat mengganggu kemampuan seseorang dalam menjaga hubungan interpersonal. Jika terus dibiarkan, kondisi ini bisa membuat remaja merasa semakin terisolasi, meski mereka sebenarnya terus terhubung secara digital. Kecanduan YouTube bukan sekadar kebiasaan sepele, melainkan kondisi yang dapat berdampak luas pada kehidupan remaja.(r)
Editor: Edward






