Jakarta, Mediautama.news – Riset terbaru mengungkap tren baru pariwisata global. Daya tarik sebuah kota kini tidak lagi diukur dari jumlah wisatawan atau tingkat hunian hotel, melainkan dari pengalaman berkesan dan ikatan emosional yang dirasakan pengunjung.
Laporan yang dikutip dari Euronews dan melansir CNBC Indonesia menyebutkan, Yanolja Research bersama Purdue University dan Kyung Hee University merilis Indeks Daya Tarik Kota Pariwisata Global 2026. Penilaian dilakukan dengan menganalisis percakapan media sosial dalam 14 bahasa di 200 destinasi wisata dunia.
Indeks tersebut menilai dua aspek utama, yakni Kesadaran Kognitif (Cognitive Awareness) yang mengukur tingkat popularitas sebuah kota dalam percakapan wisata global, serta Daya Tarik Afektif (Affective Appeal) yang menilai kesan positif dan keinginan wisatawan untuk merekomendasikan kota tersebut kepada orang lain.
Penelitian juga menganalisis 419 kata dan frasa terkait wisata, mulai dari kuliner, seni, pemandangan, hingga fasilitas perhotelan untuk mengetahui faktor yang paling menarik bagi wisatawan.
Menurut Profesor Purdue University sekaligus Direktur Yanolja Research, SooCheong (Shawn) Jang, kota wisata yang paling kompetitif saat ini bukan lagi yang paling banyak dikunjungi, tetapi yang mampu menghadirkan pengalaman berkesan bagi wisatawan.
Berdasarkan Indeks Daya Tarik Kota Pariwisata Global 2026, New York menempati peringkat pertama, disusul Paris, Osaka, Kyoto, dan Seoul. Posisi berikutnya ditempati London, Roma, Bangkok, Okinawa, dan Chicago sebagai 10 kota wisata paling menarik di dunia.(r)
Editor: Edward






