MediaUtama | Medan – Diduga frustasi akibat gagal nikah, seorang wanita bernama Intan Permata Sari Boru Purba (24) warga Jalan Lorong Sekolah, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan ditemukan tewas gantung diri.
Informasi dihimpun, korban ditemukan tewas gantung diri di rumah orang tua calon suaminya di Jalan Bunga Turi I Gang Eka Lingkungan I, Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Medan Tuntungan, Minggu (27/09/2020) sekitar pukul 17.00 WIB.
Korban pertama kali ditemukan oleh Tania Florens Boru Sagala. Dirinya hendak mengajak korban untuk makan, lantaran calon suaminya bernama Roy Putra Aditanta Sembiring (23) mengatakan bahwasannya korban sudah 2 hari tidak makan.
Mendengar perkataan itu, Tania menuju kamar dan membuka pintu. Saat itu, Tania tidak ada melihat korban di tempat tidur dan melihat dibalik pintu juga tidak ada.
Merasa curiga, Tania melihat kedinding jendela, lalu Tania melihat ada kaki dan langsung mendekatinya. Betapa kagetnya, Tania melihat korban sudah tewas gantung diri di jerjak jendela.
Tania langsung membangunkan calon ibu mertua korban Siti Halimah Beru Tarigan, yang saat itu tidur di ruang tamu. Kemudian Siti Halimah memanggil anaknya yang saat itu duduk di depan rumah bersama temannya dan memberitahukan bahwasanya korban gantung diri kamar.
Mendengar hal itu, Roy bersama temannya langsung membuka kain panjang dari leher korban dan tubuh korban dibawa turun diletakan di tempat tidur.
Selanjutnya warga memberitahukan kepada Kepala Lingkungan (Kepling) dan diteruskan ke pihak Kepolisian Sektor Delitua.
Kapolsek Deli Tua AKP Zulkifli Harahap SH melalui Kanit Reskrim Iptu Martua Manik SH MH, ketika di konfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.
” Ya benar. Korban meninggal dunia diduga karena gantung diri dan di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar Iptu Martua Manik.
Untuk saat ini, sambung Martua, motif diduga gantung diri korban merasa kecewa. Dalam keadaan hamil 4 Minggu, ada menemui hambatan saat pengurusan administrasi pernikahan dimana KK tidak ada, Sementara harus mengurus N1 dan N2.
“Diduga korban mengambil jalan pintas dan nekat melakukan itu. Jenazah korban saat ini sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Medan,” pungkasnya.
[MU-06]






