Medan, Mediautama.news – Mendukung Program ‘Merata’ (Medan Rapi Tanpa Kabel) yang diusung Wali Kota Medan Bobby Nasution, Pemko Medan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi membangun Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) Telekomunikasi sepanjang 71.265 m yang terdapat di 31 ruas jalan.
Program ini guna menjadikan wajah ibukota Provinsi Sumatera Utara ini menjadi lebih baik dan estetik.
Program ini, selain tidak menggunakan APBD, Pemko Medan juga akan mendapatkan masukan sebesar Rp.3.448.388.665 pertahun.
Hal itu terungkap dalam Ground Breaking Pembangunan SJUT Telekomunikasi di Kota Medan yang digelar di Taman Ahmad Yani Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (13/2/2024).
Selain penekanan tombol sirene, ground breaking juga ditandai dengan peletakan pipa HDPE yang disaksikan langsung Bobby Nasution.
Ground Breaking turut juga dihadiri Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Teddy Jhon Sahala Marbun, Kajari Medan, Muttaqin Harahap, mewakili Dandim 0201/Medan, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Kadis SDABMBK Topan Obaja Putra Ginting dan Pimpinan PT Inter Medialink Solusi dan PT Grefal Era Mas.
Diungkapkan Bobby Nasution, kondisi kabel utilitas, terutama telekomunikasi semakin semrawut dan membentang di Kota Medan.
“Mau internetnya cepat dan sinyalnya bagus, tapi kabel-kabel yang ada semakin semrawut. Untuk itulah harus kita tata kerapiannya. Jadi, seluruh kabel telekomunikasi mulai kita pindahkan dari kabel di udara menggunakan tiang ke dalam tanah,” kata Bobby Nasution.
Dikatakan Bobby Nasution, sebenarnya pemindahan kabel dari udara ke dalam tanah telah dilakukan Pemko Medan tahun 2022 dan 2023 di sejumlah ruas jalan di Kota Medan dengan menggunakan APBD.
“Di tahun 2024 ini, pemindahan yang dilakukan tanpa menggunakan APBD. Ini (pemindahan) kita kerjasamakan dengan pihak ketiga sepanjang 71 km,” ungkapnya.
Menantu Presiden Joko Widodo ini menambahkan, pemindahan kabel telekomunikasi akan berlanjut karena Kota Medan memiliki lebih dari 3.000 ruas jalan.
“Dari lebih 3.000 ruas jalan ini, 1.000 di antaranya merupakan jalan arteri dan sekunder. Jika ada yang ingin berinvestasi membangun SJUT Kota Medan, silahkan karena masih banyak ruas jalan yang bisa dikerjasamakan,” paparnya.
Sebelumnya, Kadis SDABMBK Kota Medan Topan OP Ginting dalam laporannya menyampaikan, pemindahan kabel utilitas dari udara ke dalam tanah telah dilaunching tahun 2022 di ruas Jalan Sudirman Medan.
Kemudian, imbuhnya, berlanjut tahun 2023 di beberapa ruas jalan di seputaran kawasan Kota Lama Kesawan. “Pemindahan yang kita lakukan tersebut menggunakan APBD,” jelas Topan.
Ia pun memaparkan, setelah dilakukan lelang di tahun 2023, ada dua perusahaan yang keluar sebagai pemenang untuk membangun infratsrktur SJUT melalui Kerja Sama Operasi (KSO) yakni PT Inter Medialink Solusi dan PT Grefal Era Mas.
“Pelaksanaan Pembangunan selama dua tahun dengan perkiraan nilai investasi sebesar Rp.169.721.481.300. Biayanya cukup besar, bayangkan jika kita menggunakan dana APBD,” ujarnya.
Selain tidak mengeluarkan biaya untuk pembangunan infrastruktur SJUT, tutur Topan, Pemko Medan akan mendapatkan biaya sewa lahan jalan yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur SJUT sepanjang 71.265 m.
“Untuk tahun ini, Pemko Medan akan mendapatkan biaya sewa lahan dari kedua perusahaan itu sebesar Rp.3.448.388.665 pertahun,” sebutnya seraya menambahkan 31 ruas jalan yang dibangun SJUT itu dibagi menjadi 6 zona dimana mulai Jalan Diponegoro, Jalan Kapten Muslim dan Jalan Jamin Ginting.(Komed)
Editor: Efran






