Jakarta, Mediautama.news – Eskalasi konflik skala besar melanda wilayah Timur Tengah pada Sabtu (28/2/2026) lalu. Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang memicu ledakan besar di ibu kota Teheran.
Merespons tindakan tersebut, Iran langsung mengambil langkah balasan dengan menyerang sejumlah negara yang menjadi tempat pangkalan pasukan militer AS, antara lain Bahrain, Irak, Kuwait, Qatar, Suriah, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Konflik terbaru ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa serta merusak infrastruktur penting, namun juga berdampak signifikan pada lalu lintas udara wilayah tersebut. Banyak penerbangan yang harus dibatalkan atau dialihkan rutenya.
Seperti yang dikutip dari BBC International dan melansir CNBC Indonesia, Minggu (1/3/2026), beberapa maskapai besar dunia termasuk British Airways, Virgin Atlantic, dan Wizz Air telah membatasi bahkan menangguhkan sebagian jadwal penerbangan menuju dan melalui wilayah Timur Tengah.
Kementerian Luar Negeri Inggris mendesak warga negara Inggris di Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk segera berlindung di tempat aman menyusul laporan ledakan.
“Kegagalan mencapai kesepakatan untuk membatasi program nuklir Iran dan perubahan rezim sebagai salah satu alasan peluncuran serangan tersebut ,” ungkap Presiden AS Donald Trump.
Menghindari wilayah tersebut, wilayah udara Iran telah ditutup dan pelacakan penerbangan menunjukkan lalu lintas udara internasional. British Airways telah membatalkan layanan ke Tel Aviv dan Bahrain hingga Rabu (4/3), dan Amman di Yordania pada Sabtu (28/2).
Virgin Atlantic membatalkan penerbangan Heathrow ke Dubai. Maskapai juga memperingatkan penerbangan ke India, Arab Saudi, dan Maladewa mungkin membutuhkan waktu lebih lama karena pengalihan rute.
Wizz Air menangguhkan semua penerbangan ke dan dari Israel, Dubai, Abu Dhabi, dan Amman hingga Sabtu (7/3) pekan depan..
Qatar Airways mengonfirmasi penangguhan sementara penerbangan ke dan dari ibu kotanya, Doha, karena penutupan wilayah udara Qatar, sementara Emirates mengatakan akan menghentikan sementara layanan ke dan dari Dubai.
Heathrow, bandara tersibuk di Inggris, mendesak para pelancong untuk memeriksa informasi terbaru dengan maskapai penerbangan mereka.
*Bandara Dubai Lumpuh Total
Sementara itu, bandara Dubai menangguhkan semua penerbangan di Dubai International (DXB) dan Dubai World Central – Al Maktoum International (DWC) hingga pemberitahuan lebih lanjut, disebabkan serangan yang terjadi di wilayah tersebut.
Hal tersebut diumumkan dalam unggahan di platform X.
“Penumpang disarankan untuk tidak pergi ke bandara saat ini dan menghubungi maskapai penerbangan masing-masing secara langsung untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai penerbangan mereka. Kami menghargai kerja sama dari para tamu kami. Informasi lebih lanjut akan diberikan seiring kami terus memantau situasi,” kata pihak bandara dalam sebuah pernyataan.
Peta penerbangan menunjukkan wilayah udara di atas Iran, Irak, Kuwait, Israel, dan Bahrain hampir kosong ketika Israel mengatakan telah menyerang Iran dan militer AS melancarkan serangkaian serangan terhadap target di negara tersebut.(r)
Editor: Edward






