Jakarta, Mediautama.news – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga perayaan Idulfitri. Kepastian tersebut disampaikan di tengah gejolak harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.
Bahlil menyatakan, pemerintah telah memastikan ketersediaan cadangan BBM nasional dalam kondisi aman, sehingga masyarakat dapat menjalani bulan Ramadan hingga Lebaran tanpa kekhawatiran terkait pasokan maupun harga BBM.
Menurutnya, stabilitas harga BBM bersubsidi menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat selama momentum hari besar keagamaan.
“Yang jelas sampai Hari Raya Idulfitri, Insya Allah tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi. Cadangan kita juga dalam kondisi aman,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (10/3/2026), mengutip CNBC Indonesia.
Angka cadangan yang sering disebut sekitar 21 hingga 23 hari, jelas Bahlil, bukan berarti pasokan akan habis dalam waktu tersebut. “Jangan diplintir-plintir seolah-olah 21 hari atau 23 hari itu udah habis. Enggak, itu kan buffer stock kita, tapi kan datang terus. Kita kan produksi terus, yang impor kan masuk terus. Jadi jangan diplintir-plintirlah ya,” tegas Bahlil.
Sebagaimana diketahui, kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan energi global mulai memicu aksi panic buying bahan bakar minyak (BBM), tak hanya di beberapa daerah Indonesia melainkan juga terjadi di sejumlah negara.
Fenomena ini muncul setelah eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran, yang menimbulkan kekhawatiran penutupan panjang Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.
Sejumlah negara mulai melaporkan antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar, karena masyarakat khawatir harga BBM akan melonjak atau pasokan terganggu.(r)
Editor: AR Manik Raja






