Jakarta, Mediautama.news – Industri perhotelan Thailand terpaksa memangkas tarif kamar secara besar-besaran menjelang festival Songkran, di tengah anjloknya kunjungan wisatawan Eropa dan melemahnya minat pelancong domestik.
Dilaporkan Bangkok Post melansir CNBC Indonesia, Kamis (26/3/2026), sejumlah operator hotel menawarkan diskon hingga 20–40 persen untuk menjaga tingkat hunian selama periode libur tersebut. Langkah ini diambil setelah gelombang pembatalan perjalanan dari wisatawan Eropa, khususnya ke destinasi unggulan seperti Chiang Mai.
Thai Hotels Association mencatat, turis Eropa yang biasanya menyumbang sekitar 30 persen kunjungan saat Songkran kini mengalami penurunan tajam akibat kendala penerbangan ke Thailand. Kondisi ini diperkirakan berdampak lebih panjang, dengan potensi pelemahan pasar Eropa hingga enam bulan ke depan.
Sejauh ini, hampir tidak ada pemesanan baru dari pasar Eropa maupun Timur Tengah. Situasi tersebut semakin menekan sektor pariwisata yang selama ini bergantung pada lonjakan wisatawan saat Songkran.
Tingkat pemesanan hotel untuk libur mendatang juga menurun, kini hanya berada di kisaran 55–60 persen, di bawah rata-rata normal 60–70 persen. Padahal, dalam kondisi normal, festival ini mampu mendorong okupansi hingga 90 persen berkat kombinasi wisatawan domestik dan internasional.
Di sisi lain, wisatawan lokal juga belum menunjukkan minat tinggi untuk bepergian. Kekhawatiran terhadap pasokan serta harga bahan bakar menjadi faktor utama yang menahan mobilitas.
Hotel bintang tiga ke bawah menjadi yang paling agresif menurunkan harga, dengan diskon dalam beberapa kasus mencapai 40 persen dan rata-rata penurunan tarif sekitar 20 persen. Sementara hotel bintang empat dan lima cenderung masih mempertahankan harga di level normal.(r)
Editor: Edward






