EKBIS  

Harga BBM di Negara Tetangga Melonjak ke Rp 43 Ribu per Liter, Indonesia Bertahan

Pompa Bensin (Foto:ilustrasi/pixabay)

Jakarta, Mediautama.news – Sejumlah negara di Asia Tenggara mulai menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) seiring meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Di tengah tren tersebut, Indonesia justru memilih menahan harga BBM domestik.

Kenaikan harga BBM di kawasan dipicu lonjakan harga minyak dunia akibat ketidakpastian geopolitik. Beberapa negara pun menyesuaikan harga jual bahan bakar di dalam negeri.

Melansir CNBC Indonesia, di Singapura, misalnya, harga bensin tercatat rata-rata mencapai US$2,545 per liter atau sekitar Rp43.308 per liter (kurs Rp17.017/US$). Sementara itu, harga diesel bahkan lebih tinggi, yakni US$2,978 per liter atau setara Rp50.676 per liter.

Berbanding terbalik dengan kondisi tersebut, pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM, baik untuk jenis subsidi maupun non-subsidi. Kebijakan ini diambil guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan global.

Mengacu pada harga di SPBU Pertamina per 1 April 2026, BBM jenis Pertamax (RON 92) masih dibanderol Rp12.300 per liter. Pertamax Green (RON 95) tetap di harga Rp12.900 per liter, sementara Pertamax Turbo berada di angka Rp13.100 per liter.

Untuk jenis solar, Dexlite dijual Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter. Sementara itu, BBM bersubsidi juga tidak mengalami perubahan, dengan Pertalite (RON 90) tetap Rp10.000 per liter dan Solar subsidi di harga Rp6.800 per liter.

Dengan kebijakan tersebut, harga BBM di Indonesia relatif lebih stabil dibandingkan sejumlah negara Asia Tenggara lainnya yang telah melakukan penyesuaian. Perbandingan harga BBM di kawasan pun menjadi menarik untuk dicermati, terutama dalam melihat daya saing dan dampaknya terhadap masyarakat.

1. Malaysia
Mengutip laman Global Petrol Prices, rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Malaysia per (30/3/2026) mencapai US$0,956 per liter atau Rp16.268 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,364 per liter atau Rp23.211 per liter.

2. Singapura
Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Singapura mencapai US$2,545 per liter atau Rp43.308 per liter (kurs Rp17.017/US$). Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$2,978 per liter atau Rp50.676 per liter.

3. Filipina
Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Filipina mencapai US$1,588 per liter atau Rp24.316 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,974 atau Rp33.591 per liter.

4. Thailand
Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Thailand mencapai US$1,600 per liter atau Rp27.200 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,223 atau Rp20.811 per liter.

5. Laos
Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Laos mencapai US$1,779 per liter atau Rp30.243 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,889 per liter atau Rp32.145 per liter.

6. Kamboja
Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Laos mencapai US$1,546 per liter atau Rp26.282 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,796 per liter atau Rp30.562 per liter.

7. Myanmar
Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Laos mencapai US$1,568 per liter atau Rp26.656 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,741 per liter atau Rp29.626 per liter.(r)

Editor: Edward