Jakarta, Mediautama.news – Ketegangan geopolitik kembali memanas di perairan Atlantik Utara. Inggris berhasil melacak dan memaksa mundur sejumlah kapal selam Rusia yang diduga berupaya memantau infrastruktur vital bawah laut di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) negara tersebut. Operasi militer intensif ini berlangsung selama lebih dari satu bulan.
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, mengonfirmasi bahwa Royal Navy dan Angkatan Udara Kerajaan berhasil mengungkap gerakan rahasia tiga kapal selam Moskow, yang terdiri dari satu kapal selam nuklir kelas Akula dan dua unit riset laut dalam khusus (Gugi).
“Operasi ini melibatkan kapal perang dan pesawat patroli P8 untuk melacak serta mencegah aktivitas berbahaya. Kami memastikan mereka tidak bisa bergerak sembunyi-sembunyi seperti rencana awal,” ujar Healey dalam konferensi pers, Jumat (10/4/2026), melansir CNBC Indonesia.
Meski kejadian berlangsung di ZEE (bukan perairan teritorial), Healey menegaskan bahwa aksi ini sangat mencurigakan. Ia menuduh Rusia sengaja memanfaatkan momen ketika perhatian dunia teralihkan ke konflik Timur Tengah untuk menyusup.
“Aksi ini terjadi saat mata dunia tertuju pada konflik di Timur Tengah. Mereka mencoba memanfaatkan situasi global yang tidak stabil,” tegasnya.
Dalam pesan yang ditujukan langsung kepada Presiden Vladimir Putin, Healey memberikan peringatan keras terkait keselamatan kabel internet dan pipa energi bawah laut yang sangat krusial bagi ekonomi global.
“Kepada Presiden Putin, saya katakan, Kami melihat Anda. Kami melihat aktivitas Anda di atas kabel dan pipa kami. Setiap upaya untuk merusaknya tidak akan ditoleransi dan akan memiliki konsekuensi serius,” tegas Healey.
Beruntung, hingga saat ini belum ditemukan bukti kerusakan fisik pada infrastruktur tersebut. Tekanan intensif dari pasukan Inggris membuat armada Rusia akhirnya terpaksa mundur dan kembali ke pangkalan mereka di utara.
Operasi yang melibatkan sekitar 500 personel ini dinilai sebagai bukti kemampuan pertahanan Inggris dalam mendeteksi dan menangkal ancaman. Healey menekankan bahwa unit Gugi Rusia memiliki kemampuan ganda: bisa melakukan survei di masa damai, namun juga berpotensi merusak jalur vital jika terjadi konflik.
Di sisi lain, terkait pernyataan kontroversial Donald Trump soal kontribusi NATO, Healey enggan berkomentar banyak. Ia lebih memilih merujuk pada pembicaraan resmi dengan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang menegaskan komitmen Washington terhadap aliansi tetap utuh dan kuat, meski menuntut Eropa lebih berkontribusi.(r)
Editor: Edward






