Langsa, Mediautama.news – Salah satu upaya meningkatkan pelayanan kepada pasien dan kelancaran “tugas mulia” Medis dengan paramedis, di Rumah Sakit Cut Meutia Langsa, PT. Cut Meutia Medika Nusantara (CMN) menyerahkan kenderaan skuter mobilitas listrik (mobility scooter).
Demikian dikatakan, Waluyo, Kabag Oprasional PT.CMN pada Sabtu (22/8/2026), sementara ini menjabat sebagai Direktur PT.CMN sehubungan Ir.Ernawati menunaikan umroh ke tanah suci Mekkah, Sabtu pekan lalu.
Penyerahan Sepeda Listrik kenderaan skuter mobilitas listrik kepada Medis dan Paramedis itu sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan Pelayanan Prima terhadap, pasien yang butuh perawatan berobat di Rumah Sakit Cut Meutia Langsa.
Dikatakan Pj. Direktur PT. CMN Waluyo, penyerahan Tiga unit Sepeda Listrik tersebut diterima oleh dr. Hanafi, selaku Kepala Rumah Sakit Cut Meutia Langsa (RSCM), dan sore itu juga disalurkan ke Ruangan Ruangan sebagai sarana penunjang pelayanan rumah sakit.
Pemberian skuter listrik kepada tenaga medis di rumah sakit ini dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit lebih cepat dan melakukan transfer antara petugas, dari ruangan yang satu ke ruangan lainnya, secara lebih maksimal, ujar Waluyo.
Dijelaskan juga skuter listrik itu dapat digunakan untuk kebutuhan, ruangan Seurunee, ruangan Seulanga, untuk dokter dan perawat melakukan visit serta untuk Ruangan Laboratorium.
Tentunya, sambung lagi Pj.Direktur PT.CMN, dengan menggunakan skuter oleh petugas medis atau staf internal, akan mempercepat mobilitas di area koridor rumah sakit yang luas. Sehingga dapat memberikan Pelayanan Prima kepada para pasien, papar Waluyo dengan penuh akrab.
“Harapan kita semua, Rumah Sakit Cut Meutia Langsa, tetap terus menjaga Layanan Prima-nya dan menjadi rumah sakit rujukan terbaik di Kota Langsa dengan menyediakan fasilitas- fasilitas terbaiknya sesuai kebutuhan masyarakat,” tutup Waluyo.
Seusai acara penyerahan Skuter listrik, wartawan berhasil mengajak berbincang dengan Sarah sebagai perawat. Sarah sangat terharu dengan penyerahan, skuter listrik ini, Ia sangat terbantu sekali dalam upaya memperlancarkan pelayanan dirumah sakit umum Cut Meutia Langsa. Apalagi saat ruangan yang kita tujui lumayan agak jauh, jelas Farah.
“Terima kasih buat seluruh Manajemen PT. CMN dan Alhamdulillah semoga, buat buk Nana, sebagai Direktur, sehat sehat selalu yang sedang menjalani umroh di tanah suci Mekkah, ungkap Sarah dengan matanya berbinar binar.
“Kami salut dengan RSCM yang telah memberikan pelayanan kepada pasien, bahkan Hak dan kebutuhan terpenuhi dengan baik kepada para tenaga medis dan staf yang ada di rumah Sakit”, ujar Sarah.
Selain itu di areal dan ruang terpisah, wartawan berhasil menemui beberapa personil karyawan sebagai PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu). Mereka mengungkapkan, semenjak tahun 2023, hak-hak karyawan sudah terpenuhi. Antara lain seperti, tunjangan THR, uang meugang, bonus tahunan dan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.
Selain itu juga, untuk keluarga tenaga medis maupun non medis, orangtua, suami dan anak ikut mendapat perawatan di RSCM, berupa fasilitas tambahan utama.
Lebih nyaman lagi, selain ia memperoleh gaji Rp.3.5 juta, juga menerima lagi uang lembur, Rp22.000 per jam setiap dinas malam. Jadi sedikitnya ditotal dalam sebulan ada tambahan sekitar Rp1.5 juta. Papar karyawan yang enggan ditulis namanya, sebagai warga Matang Seulimeng Kota Langsa yang mengaku, masuk kerja di RS Cut Meutia, melalui informasi penerima dari IG rumah sakit.
Sedangkan ungkapan dari Aidil salah seorang staf internal RSCM, warga Kebun Lama yang ikut nimbrung bersama wartawan. ia dengan sangat senang hatinya, saat menyaksikan penyerahan, skuter listrik. Pihak Management PT.CMN, telah memudahkan aktifitas dalam area koridor Rumah Sakit Umum Cut Meutia Langsa. Wajar saja RSCM sangat digandrungi dan menjadi favorit masyarakat dari berbagai Daerah.
Selain itu ada pria yang tidak bersedia ditulis namanya, dengan jujur dan fakta, mengaku masuk RSCM sejak tahun 2020, kini ia masih sebagai PKWT. Namun tak bisa saya dipungkiri bahwa, pelayanan dan kemajuan rumah sakit ini sudah jauh lebih baik, termasuk dengan pemberian hak-hak karyawan.
Lebih “mengejutkan dan terperangah” lagi, dari beberapa ungkapan dikuatkan, dengan pernyataan dr Zetira. Katanya, adapun hak tenaga medis di RSCM hari ini sudah sangat layak. Bahkan sudah lebih baik lagi dari tenaga-tenaga medis yang ada di Kota Langsa, ungkap dokter yang selalu meng-kedepankan senyum ramah terhadap pasien dan keluarga bezuk ke RSCM.
“Perlu dicatat juga yaa…, pihak rumah sakit sangat paham benar, bagaimana tenaga medis mau bekerja maksimal dan Cut Meutia menjadi rumah sakit antrian, jika hak-hak mereka tidak diberikan dengan layak,” ungkap dokter umum telah bekerja di RSCM sejak tahun 2018, sebagai sosok dokter berdarah Aceh tulen yang mirip dalam film sinema Hindustani.
Sebelum mengakhiri acara seremonial penyerahan skuter listrik, Kepala RSCM dr Hanafi turut menjelaskan bahwa, tenaga kerja yang ada di RSCM terbagi dua kelompok. Ada tenaga Medis dan Non Medis.
Salah satu contoh: khusus untuk yang beraktivitas sebagai tenaga Kebersihan, ini sebagai non medis dan mereka ditangani serta diberikan kepada pihak ketiga (vendor). (Yoes)
Editor: AR Manik






