Home / DUNIA

Minggu, 17 November 2019 - 12:08 WIB

Satu Tahun Demo Rompi Kuning Prancis Dibuyarkan Gas Air Mata

Ket Foto : Ilustrasi aksi rompi kuning di Prancis. (AFP/BORIS HORVAT)

Ket Foto : Ilustrasi aksi rompi kuning di Prancis. (AFP/BORIS HORVAT)

MEDIAUTAMA.CO | – Polisi Prancis melontarkan gas air mata dan meriam air untuk membuyarkan aksi demonstrasi rompi kuning di Kota Paris, Sabtu (16/11/2019).

Sabtu lalu adalah genap setahun aksi rompi kuning yang dilakukan menolak kebijakan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Bukan hanya di Paris, aksi rompi kuning juga terjadi di sejumlah wilayah di negara tersebut sejak yang pertama pada 17 November 2018.

Pada demo yang pertama, setidaknya sekitar 282 ribu orang terlibat aksi mengkritisi kebijakan Macron yang dinilai tak bisa memenuhi kebutuhan dasar warga negara itu, dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Baca Juga : Unjuk Rasa Kenaikan BBM di Iran, 1 Tewas

Untuk unjuk rasa yang berlangsung Sabtu lalu, seperti dilansir AFP, Kementerian Dalam Negeri Prancis memperkirakan 28.600 orang terlibat di seluruh negeri. Namun, kelompok pengunjuk rasa mengklaim hampir 40 ribu orang yang melakukan aksi hari itu di sejumlah wilayah Prancis.

Di Paris, ketegangan terjadi di alun-alun Place d’ITalie. Pasukan polisi dengan perlengkapan anti huru-hara membanjiri kawasan tersebut dengan gas air mata dan meriam air. Sementara itu para demonstran membalasnya dengan lemparan puing dan sampah.

IKLAN ADS

Baca Juga : Kabin Bau Kaus Kaki, Pesawat Airbus Dikembalikan ke Pabrik

Ada pula yang membalik-balikkan mobil dan membakarnya.

Pusat perbelanjaan besar di kawasan tersebut menutup pintunya setelah para demonstran melempari batu ke jendela-jendela hotel di sekitar lapangan tersebut.

Gas air mata polisi juga terlihat dilontarkan ke area Les Halles, dekat Museum Pompidou Centre.

Hingga Sabtu pukul 20.00 waktu sempat atau Minggu (17/11/2019) pukul 02.00 WIB, Polisi Paris menangkap sekitar 147 orang, di mana 129 di antaranya tetap ditahan setelah diperiksa.

Dalam sebuah jajak pendapat yang digelar Elabe Institute menyatakan sekitar 55 persen rakyat Perancis mendukung atau bersimpati pada demonstrasi rompi kuning. Meskipun begitu, sebanyak 63 persen menyatakan mereka tak ingin unjuk rasa berujung rusuh lagi.

 

(MU/CNN)

Share :

Baca Juga

DUNIA

Korea Selatan Longgarkan Jarak Sosial, Aktivitas Mulai Normal

DUNIA

Turki Kutuk Charlie Hebdo soal Karikatur Cabul Erdogan

DUNIA

Serangan Udara Hantam Pabrik Biskuit di Libya

DUNIA

Pesawat Kecil Jatuh di Bagian Timur Kongo, 24 Orang Tewas

DUNIA

Prancis Perpanjang Status Kesehatan Corona Sampai Juli 2020

DUNIA

Malaysia Sebut Satu Turis Amerika Terinfeksi Virus Corona

DUNIA

Mahkamah Internasional Selidiki Kejahatan Perang di Palestina

DUNIA

Mantan Presiden Sudan Divonis Dua Tahun Tahanan