MEDIAUTAMA.CO | MEDAN – Dua bulan tidak kunjung terungkap, LBH Medan mendesak Poldasu untuk mengambil alih kasus bom molotov LBH Medan. Alias pelemparan bom molotov ke atap Gedung LBH di Jalan Hindu Medan, Sabtu dini hari (19/10/2019) sekira pukul 02.33 WIB lalu oleh OTK (orang tidak dikenal).
Desakan itu diungkapkan LBH Medan dalam press rilisnya, Jumat (20/12/2019), dimotori Ismail Lubis dan Irvan Syaputra.
Hingga saat ini belum ada titik terang pengungkapan siapa sebenarnya dalang dan juga pelaku dari tindakan teror tersebut. Hal itu menimbulkan kekecewaan bagi LBH Medan.
Kuat dugaan kepolisian dalam hal ini Polrestabes Medan bekerja kurang maksimal untuk menggiring kasusnya hingga berkepastian hukum
Padahal pada hari peristiwa pelemparan, personel LBH Medan dan tenaga cleaning service (CS) telah dimintai keterangan berikut bukti-bukti juga sudah diamankan. Termasuk data rekaman CCTV.
Di bagian lain LBH Medan juga menyampaikan desakan kepada Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) maupun Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk mengawasi perkembangan penanganan kasusnya.
Baca Juga : Korupsi Dana Desa di Batu Bara, Kades Sukajaya Divonis 6,5 Tahun Penjara
Baca Juga : Dua Terdakwa Mengaku Dipaksa dan Dipukul Agar Akui Kepemilikan Sabu
Publik, khususnya LBH Medan masih menanti-nanti siapa pelakunya dan apa motifnya. Kasus dimaksud idealnya tidak disamakan dengan kasus-kasus teror biasa lainnya. Karena dimensinya menjurus ancaman bagi pejuang HAM yang pada saat tahun 2019 ini banyak mengalami teror. Khususnya di Sumatera Utara.
Kemudian apabila kasus ini tidak kunjung diungkap, awak LBH Medan khawatir, teror-teror serupa akan terus terjadi dan akan melanggar hak warganya atas rasa aman. Hal ini tentu melanggar Pasal (30) UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM.
Antara lain disebutkan, ‘Setiap orang berhak atas rasa aman dan tenteram serta perlindungan terhadap ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu’.
Baca Juga : Usai Curi Motor, Pria Paruh Baya Nginap di Hotel Prodeo Polsek Panyabungan
Baca Juga : Miliki Daun Khat 7,9 Kg, WNA Ethiopia Dituntut 12 Tahun Penjara
Dilansir sebelumnya, salah seorang CS di Kantor LBH Medan keluar dari gedung karena mendengar suara keramaian di depan kantor. Pria tersebut terheran-heran karena melihat beberapa warga di atas atap Gedung Sekretariat LBH Medan Jalan Hindu, sibuk memadamkan kobaran api.
Dia pun ikut membantu warga memadamkan api. Dari atap gedung kemudian ditemukan satu botol minuman warna hijau dilengkapi dengan sumbu di bagian atas botol. Diduga kuat bom molotov.
Personel LBH Medan kemudian bertindak cepat dengan memeriksa dan meminta rekaman kamera pengintai (CCTV) milik Dishub Kota Medan guna menelusuri siapa OTK yang melakukan pelemparan bom molotov tersebut. Personel LBH Medan pada hari itu juga membuat Laporan Pengaduan (LP) ke Mapolrestabes Medan.
(MU-06)