Home / BERITA UTAMA

Kamis, 26 Desember 2019 - 20:59 WIB

Bela Hak Warga, Tim Advokasi FPII Siapkan Langkah Hukum

MEDIAUTAMA.CO | PALU – Anggota Divisi Advokasi Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Setwil Sulawesi Tengah Dicky Patadjenu, SH menegaskan pihaknya telah mempersiapkan sejumlah langkah hukum untuk membela kepentingan hukum warga pensiunan RRI yang berhadapan dengan Kepala LPP RI Palu. 

“Kita telah mempersiapkan sejumlah langkah hukum, baik pidana maupun perdata terkait sengketa pertanahan antara warga pensiunan RRI Palu dengan Pimpinan RRI Palu,” tegas Dicky Patadjenu, SH di kantornya Jalan Monginsidi Palu.

Mengawali langkah hukum yang akan dilakukan, Tim advokasi FPII Sulteng dengan menggandeng Kantor Hukum Dicky Padtajenu, SH telah melayangkan surat somasi ke pimpinan LPP RRI Palu. Kamis (26/12/2019).

“Prinsipnya, untuk kepentingan membela hak hukum warga, hari ini kami sudah kirimkan somasi kepada Kepala RRI Palu,” tegas Dicky Patadjenu.

Baca Juga : Wakil Bupati Pesisir Barat: FPII Setwil Lampung Mampu Berkontribusi Untuk Kemajuan Daerah


Baca Juga : Seknas FPII : Mukernas ke III Memperkuat Jaringan Media FPII

Dalam Somasi itu, Tim Advokasi FPII menyebutkan bahwa kliennya an. Herman dan Risdianto Gonti dan sejumlah warga/keluarga pensiunan RRI lain sejak tahun 1983 telah membangun, memiliki dan menguasai bangunan kios yang berada di Jalan S.Parman Kota Palu.

“Sejak tahun 1983 klien kami telah membangun, memiliki dan menguasai sejumlah bangunan kios itu, dan dalam perkembangannya, bangunan itu telah berada dalam areal sepanjang Jalan, sehingga LPP RRI tidak mempunya kewenangan lagi untuk lakukan penertiban,” ungkap Dicky seraya menambahkan sesuai Peraturan Pemkot Palu  No 6 Tahun 2011, bangunan kios di Jalan S.Parman itu sudah berada di daerah sepadan Jalan. 

Terkait adanya perintah tertulis pengosongan rumah dinas yang disampaikan pimpinan LPP RRI Palu, Dicky menegaskan an.kliennya, diminta Kepala LPP RRI Palu untuk memberikan penegasan dulu terkait asal-usul rumah negara yang diklaim sebagai aset LPP RI. 

“Jangan sewenang-wenang lakukan perintah pengosongan, LPP RRI harus buktikan dulu asal usul rumah negara yang diklaim sebagai asetnya, termasuk legalisasi pendaftaran rumah negara tersebut di tingkat Kementerian PU,” sebut Dicky Padtajenu.

Bagaimana jika Kepala LPP RRI Palu,  mengabaikan somasi Tim Advovasi FPII?

IKLAN ADS

Dengan tegas Dicky menjawab pihaknya akan melakukan langkah hukum gugatan perdata maupun pidana.

“Prinsipnya, klien kami telah merasa dirugikan baik materil maupun non materi dan kita telah siapkan langkah hukum,” tandasnya. 

Salah satu langkah hukum yang dipersiapkan Tim Advokasi FPII Setwil Sulteng dengan mendaftarkan gugatan hukum Peninjauan Kembali (PK). 

“Memang terkait sengketa pertanahan antara klien kami dengan LPP RRI telah ada Putusan Kasasi  MA, namun kami telah mendapatkan novum baru dan segera mengajukan gugatan PK,” ujarnya.

Selain itu,  Tim Advokasi FPII juga mempersiapkan langkah hukum gugatan ke PTUN terkait legalitas sertifikat Hak Pakai an RRI Palu diatas tanah negara seluas kurang lebih 6000 m2 itu. 

Sebelumnya,  Kepala LPP RRI Palu,  Zahral, dalam keterangannya ke awak jaringan media partner FPII, tetap menegaskan sikapnya untuk menertibkan bangunan kios dan rumah negara yang diklaim sbg aset RRI. Bahkan dengan arogannya, dia mengancam akan mempidanakan klien Tim Advokasi FPII dengan pengenaan delik pidana penyerobotan. 

Menanggapi ancaman itu, Dicky Padtajenu,  SH hanya tersenyum, dan menyarankan Pimpinan LPP RRI untuk minta maaf ke kliennya.

Menurutnya pengenaan delik pidana penyerobotan harus digunakan sesuai konteks cash-nya. 

“Pakai dan gunakanlah pasal delik pidana penyerobotan sesuai konteks peristiwa hukumnya, filosofi hukum itu kepastian,  jangan ngawur,” sindir Dicky.

 

Sumber : Setwil FPII Sulteng/Deputy Jaringan

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Curi iPhone dan Sepatu Merk Nike, Pria ini Diringkus Polsek Sunggal

BERITA UTAMA

Dipikul Terus

BERITA UTAMA

Pasiter Kodim 0203/Lkt Jelaskan Tentang Rekrutmen Menjadi Prajurit TNI

BERITA UTAMA

Korban Bom Surabaya Bertambah:10 Tewas, 40 Luka 

BERITA UTAMA

Dr Indra Salahuddin Buka TMMD Ke-103 Kodim 0203/LANGKAT

BERITA UTAMA

Sempat Lumpuh 6 Jam, Jalinsum Siantar-Parapat sudah Normal

BERITA UTAMA

Penghijaun Bertujuan Untuk Keseimbangan Ekosistem

BERITA UTAMA

524 Pendaki Gunung Tak bisa Turun