MediaUtama | Pagurawan – Jembatan alternatif yang menghubungkan dua Kabupaten yakni Kabupaten Batubara dan Kabupaten Serdang bedagai di Kelurahan Pangkalan Dodek, Kecamatan Medang Deras, terancam roboh hari,kamis (12/03/2020).
Jembatan penghubung ini dibangun Dinas PU Batu Bara bulan 2 tahun 2019 dan kemudian terjadi perawatan rutin oleh Dinas PU Provinsi di bulan 9 tahun 2019.
Namun 1 tiang utama dari dasar sungai ke badan jembatan ikatannya lepas begitu juga dengan tiang lantai sudah pada patah sehingga terjadi miring bila dilintasi kendaraan truk ataupun angkutan umum harus extra hati-hati dan dikhawatirkan akan roboh dalam waktu dekat ini.
Dengan kondisi jembatan seperti sekarang ini membuat roda empat dan dua transportasi dan perekonomian di daerah tersebut mengalami penurunan sehingga banyak pelaku ekonomi merugi, para pengusaha ikan Dan terpaksa mengeluarkan tambahan waktu 1-2 jam bila mengantar ikan ke Medan atau ke daerah lainnya, kondisi seperti ini sudah 5 bulan mereka alami.
Warga masyarakat atas nama Junaidi pengusaha ikan asal Pagurawan diwawancarai melalui via telepon, Kamis (12/3/2020) mengatakan, sudah 1 tahun Jembatan utama roboh dan dibangun jembatan alternatif namun sejauh ini belum ada tanda-tanda pihak terkait untuk membangun yang sifatnya permanen.
“Kami menyadari bahwa pembangunan jembatan Pagurawan pemakaian dananya dari pihak Provinsi Sumatera Utara,namun setidaknya pihak Kabupaten batu bara melakukan terobosan agar pembangunan jembatan cepat dikerjakan dan mengingat jembatan itu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Pagurawan,” ucapnya.
Ditambahkannya, sepertinya pihak Provinsi Sumut menganaktirikan Kabupaten Batubara karena terkesan terjadi pembiaran sehingga masyarakat kecewa, aspirasi masyarakat tidak ditanggapi tadi pagi bus angkutan umum nyaris masuk kedalam sungai karena terperosok kedalam lubang Jembatan yang patah.
“Harapan kami kepada pihak terkait agar Jembatan tersebut segera diperbaiki mumpung belum ada korban,”harapnya.
(MU-11)






