MediaUtama | Medan – Abang beradik warga Jalan Hang Tuah Simpang Warno, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang ini nekat merampok dan membunuh sopir taksi online Rahmadani Tarigan pada Minggu (14/03/2020) dinihari lalu.
Namun aksi mereka tak berjalan mulus. Ardi Syahputra Harahap (25) tewas diamuk oleh massa. Sedangkan Agung Syahputra Harahap (23) adik Ardi berhasil diamankan pihak kepolisian.
“Bahwa modus dari kedua tersangka sebelum melakukan pembunuhan terhadap korban Driver taksi Online terlebih dahulu tersangka memesan melalui aplikasi taksi Online Mobil Daihatsu Terios Warna Silver BK 1858 DH milik Rahmad Tarigan (korban) dari Hotel Wings Bandara Kualanamu menuju Jalan Letda Sujono, Tembung,” ucap AKBP Irsan Sinuhaji saat Konferensi Pers di Mapolrestabes Medan. Rabu (18/03/2020).
Didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak, Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji menjelaskan mobil Daihatsu Terios milik korban yang diperoleh nantinya akan dibawa ke daerah Batam bersama salah satu istri tersangka yang waktu itu sudah berada di hotel.
Selanjutnya, setelah dipesan melalui aplikasi, mobil Daihatsu Terios BK 1858 DH milik korban meluncur dan menjemput tersangka lalu melaju ke lokasi yang dituju dengan Kedua tersangka yang duduk di belakang supir. Setibanya di tempat tujuan di kawasan jalan Titi Sewa, Tembung, seperti biasa ketika hendak membayar ongkos.
Salah seorang tersangka bernama Ardi Syahputra Harahap langsung mencekik korban dan dibantu oleh tersangka Agung Syahputra Harahap dari samping kiri belakang supir.

“Akibatnya korban tidak berdaya dan kedua tersangka langsung menghabisi nyawa korban dengan cara menikam korban hingga tewas di dalam mobil,” ungkapnya
Setelah menghabisi nyawa korban, kemudian kedua tersangka hendak membuang jasad korban di kawasan Jalan Rahayu Bandar Khalipah Tembung.
Pada saat dalam perjalanan, mobil Daihatsu Terios milik korban berpapasan langsung dengan mobil adik ipar korban bersama istri korban yang sebelumnya istri korban sudah merasa curiga atas keberadaan suaminya belum juga pulang.
“Istri korban waktu itu merasa khawatir kenapa hingga larut malam suaminya belum juga pulang karena sebelum larut malam suaminya sudah berada di rumah,” kata AKBP Irsan.

Dengan menggunakan GPS dan menghubungi rekan suami sesama driver taksi Online istri korban bersama adik iparnya melihat mobil suaminya lewat.
Dan saat itu juga dilakukan pengejaran hingga melintas depan Polsek Percut Seituan yang saat itu sedang melaksanakan giat operasi rutin dengan menggelar razia.
Setelah berhasil Mobil dipepet dan berhenti istri korban kaget ketika dilihat yang membawa mobil bukan suaminya melainkan orang lain, dengan Spontan Istri korban langsung berteriak maling dan rampok, atas teriakan dari Istri korban banyak warga yang berada di sekitar kejadian langsung berlari menuju tempat kejadian.
“Dari kejadian itu, salah seorang tersangka yakni Ardi Syahputra tewas akibat di amuk massa dan mayat tersangka langsung dibawa ke RS Bhayangkara Medan, Sedangkan seorang lagi berhasil lolos dari amukan massa tersebut,” pungkas Wakapolrestabes Medan.
Pada saat gelar konferensi Pers, istri dari korban driver taksi Online juga turut hadir dan berkesempatan untuk menyampaikan terhadap kasus yang dialami suaminya tersebut.
(MU-11)






