Sedangkan suaminya ML (56) masih dinyatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), karena hasil swab belum keluar.
“Untuk PDP Asahan menjadi dua, sebelumnya tiga orang,” jelas Hidayat.
Menurut Hidayat, HR, bersma suaminya sudah menderita sakit sejak 14 Maret 2020, sudah ditetapkan Orang Dalam Pemantauan, karena menujukkan gejala dan secara rutin kesehatannya diperiksa, namun hasil pemeriksaan pada 9 April 2020, dengan uji rapid tes dinayatakan positif dan ditetapkan sebagai PDP dan dirujuk ke RS Martha Friska Medan.
“Sekarang masih dalam perawatan medis, dan kita doakan semoga cepat sembuh,” jelas Hidayat.
Hidayat mengatakan, pada penetapan status PDP pihak keluarganya sudah menjalani pemeriksaan dan isolasi mandiri selama 14 hari, namun sampai saat ini tidak menunjuukan gejala.
“Kita sudah berusaha maksimal, sesuai protokol Covid-19,” jelas Hidayat.
Oleh sebab itu Hidayat, menghimbau masyarakat jangan panik dan tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk memilih diam di rumah.
“Kita akan berupaya semaksimal mungkin dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-1 di Kabupaten Asahan, ” jelas Hidayat.






