MediaUtama | Medan – Polsek Medan Baru berhasil mencetak prestasi dengan membongkar jaringan narkoba antar provinsi dengan barang bukti 40 kilogram sabu.
Selain mengamankan barang bukti, polisi menembak mati satu dari empat kurir Narkoba jaringan lintas provinsi tersebut yang akan diedarkan oleh jaringan baru yakni Aceh-Medan-Surabaya.
Kapolsek Medan Baru Kompol Aris Wibowo mengatakan ada empat tersangka yang berhasil diamankan dari jaringan tersebut. Satu di antaranya ditembak mati yaitu MRF (23), warga Aceh yang merupakan seorang kurir.
“Tiga pelaku lainnya yaitu RS (23) warga Aceh yang berperan sebagai sopir. Lalu ada dua warga Surabaya yang menjemput sabu tersebut, W (49) dan HA (27),” kata Kapolsek Medan Baru, Aris Wibowo saat konferensi pers di RS Bhayangkara Medan, Senin (20/7/2020).
Mantan Kapolsek Percut Sei Tuan ini menyebutkan awal terkuaknya jaringan ini berdasarkan informasi masyarakat akan adanya transaksi narkoba dalam jumlah besar di salah satu hotel yang berada di Jalan Wahid Hasyim. Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dan pemantauan di hotel.
Polisi yang saat itu sudah mengantongi ciri-ciri pelaku, melihat pelaku MRF mengendarai mobil Avanza Hitam pada hari Sabtu (18/7/2020) sekira pukul 10.00 WIB.
Polisi kemudian melakukan penggeledahan terhadap MRF yang berada di kamar hotel tersebut.
Setelah diinterogasi, pelaku akhirnya mengaku bawa narkoba di dalam mobil Avanza hitam yang dibawanya.
Lanjut dikatakannya, ada orang lain yang akan menjemput mobil serta narkoba tersebut. Lalu tim tetap melakukan pengawasan terhadap mobil yang berada di pelataran parkir hotel tersebut.
“Kemudian datang dua laki laki yaitu W dan HA untuk mengambil kunci mobil yang sengaja diletakkan di bawah ban mobil,” jelasnya.
Setelah kedua tersangka sudah menguasai mobil, tim kepolisian langsung melakukan penangkapan.
“Di dalam mobil ditemukan barang bukti berupa dua tas ransel warna hitam yang didalamnya ada 40 bungkusan teh warna hijau merk Guanyinwang berisikan narkotika jenis sabu seberat 40 kg,” jelasnya.
Kedua pelaku itu juga mengakui akan membawa sabu beserta mobil Avanza hitam tersebut.
“Setelah dilakukan interogasi terhadap tersangka MRF, kemudian dilakukan pengembangan ke arah Binjai untuk mencari. keberadaan tersangka A (pengendali jaringan),” ujarnya.
Namun saat turun dari mobil hendak menunjukkan salah satu rumah yang diduga tempat keberadaan A, tiba-tiba tersangka MRF berupaya kabur dan melawan petugas dengan cara mencoba merebut senjata seorang personel.
Sehingga personel lainnya melakukan tindak tegas dan terukur dengan melakukan tembakan ke arah tersangka.
“Kemudian tim mencoba menyelamatkan tersangka tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara, namun saat dalam perjalanan tersangka MRF menghembuskan nafas terakhirnya,” pungkas Aris.
[MU-11]






