Home / PERISTIWA

Jumat, 14 Agustus 2020 - 14:15 WIB

Digugat Anak Karena Warisan, Praya Tiningsih: Saya Capek Jadi Ibu, Dia Harus Bayar Air Susu Saya

Ket Foto : Ibu Praya Tiningsih warga Kelurahan Semayan, yakni ibu yang digugat anak kandungnya karena warisan. (Kompas.com)

Ket Foto : Ibu Praya Tiningsih warga Kelurahan Semayan, yakni ibu yang digugat anak kandungnya karena warisan. (Kompas.com)

MediaUtama | Lombok – Praya Tiningsih (52) menolak sejumlah konsep perdamaian yang ditawarkan anaknya Rully Wijayanto soal gugatan warisan.

Ada empat poin perdamaian yang ditawarkan Rully, saat sidang keempat di Pengadilan Agama (PA) Praya, Lombok Tengah, Kamis (13/8/2020). Salah satunya agar harta warisan tetap dibagi.

Warisan yang ingin digugat oleh Rully, yakni tanah seluas 4,2 are bersama uang deposit sepeninggal almarhum ayahnya.

Tiningsih mengatakan, permintaan tersebut melanggar wasiat almarhum suaminya yang meminta agar warisan tidak boleh dibagi.

Saking kesalnya, Tiningsih mengancam akan menuntut air susu yang sudah diberikan selama Rully dirawat dan dibesarkan.

“Pokoknya saya tidak maafkan dia (Rully), pokoknya dia harus bayar air susu saya, saya sudah capek jadi ibu, saya sudah bosan,” kata Ningsih dengan nada tinggi usai persidangan, Kamis 13 Agustus 2020.

Sementara itu, Rully Wijayanto (32) tetap kekeh terhadap permintaannya. Dia menilai dengan pembagian harta warisan, akan jelas hak-hak setiap orang.

IKLAN ADS

Rully juga menyebut dengan pembagian warisan, akan menjaga agar tidak ada orang di kemudian hari mengklaim warisan tersebut.

“Nanti kalau sudah putusan, kita akan tahu hak-hak kita, hak adik saya, hak mama saya, dan ini juga untuk jaga-jaga kalau nanti ada yang mengklaim harta warisan almarhum bapak,” kata Rully dilansir dari kompas.com, Jumat (14/08/2020).

Sebelumnya diberitakan, Praya Tiningsih seorang wanita asal Lingkungan Kekere, Kelurahan Semayan, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tak menyangka digugat oleh anaknya sendiri, Rully Wijayanto.

“Bapaknya berpesan waktu itu, semenjak sakit stroke 2016 lalu, kalau rumah ini tidak boleh dijual, tidak boleh dibagi. Siapa yang tinggal silakan tinggal sudah ada kamarnya masing-masing, ini menjadi rumah bersama,” kata Ningsih sambil mengusap air matanya.

Dalam persidangan, keduanya sempat dimediasi agar kasus tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, Rully tetap dalam pendiriannya untuk melakukan gugatan.

 

[MU/KC]

Share :

Baca Juga

PERISTIWA

Diduga Ugal-ugalan, Angkutan Umum Terbalik dan Menimpa Pengendara Motor hingga Tewas

PERISTIWA

Ricuh dan Nyaris Adu Jotos Warnai Sidak Komisi D DPRD Asahan

PERISTIWA

Seorang Pria Nekat Gantung Diri di Tiang Belakang Rumah

PERISTIWA

VIDEO: Bupati Labura Jatuh ke Sungai Nyaris Terseret Arus

PERISTIWA

Diduga Stres Ditinggal Istri, Pria Ini Nekat Gantung Diri di Jendela Kamar Tidurnya

PERISTIWA

Rem Blong, Truk Getah Hantam Dua Sepeda Motor, 3 Orang Tewas di Tempat

PERISTIWA

Laka Lantas di Sergai, 2 Pengendara Sepeda Motor Tewas

PERISTIWA

Terpidana Suap Hakim Tipikor Medan, Tamin Sukardi Meninggal Dunia Akibat Covid-19