MediaUtama | Medan – Puluhan warga Pancur Batu berunjuk rasa di depan Polda Sumatera Utara, Senin (21/9/2020). Mereka menuntut agar polisi menindaklanjuti laporan terkait meninggalnya Abdi Sanjaya Ginting alias Cokna (28) yang diduga meninggal karena dianiaya oleh oknum polisi.
Dalam aksinya mereka menuntut agar Kapolda Sumatera Utara mengusut tuntas perkara tersebut.
Penasihat hukum keluarga korban, Daniel Simbolon di lokasi mengatakan kita dari keluarga Cokna datang ke Polda Sumut dengan tujuan meminta kepada Bapak Kapolda Sumut untuk segera menindaklanjuti laporan yang kami buat terkait perkara penganiayaan dan pembunuhan.
“Kami sangat kecewa atas proses yang dilakukan terhadap tindak pidana diduga dilakukan oknum polisi tersebut. Karena disini banyak kesalahan kami lihat. Matinya korban tidak wajar, karena banyak terdapat luka luka ditubuh korban dan darah dari mulut,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, diduga pelaku pembunuhan yakni oknum polisi yang bertugas di Polres Deliserdang.
Awalnya korban bernama Cokna, dipanggil oleh beberapa orang yang diduga oknum polisi untuk datang ke suatu tempat di sekitaran wilayah Kecamatan Pancur Batu pada Jumat 11 September 2020 lalu.
“Kejadiannya itu kurang lebih pukul 02.00 WIB, itu ada beberapa orang memanggil korban untuk datang ke lokasi. Datang si korban menemui, ketika ketemu kondisi nya masih sehat, itu menurut saksi kita di lapangan. Setelah kami cek di rumah sakit korban dibawa sudah menjadi mayat, banyak tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kita taunya itu oknum polisi setelah besoknya Kapolres Deliserdang membuat statement bahwa itu benar anggotanya,” katanya.
Daniel mengatakan, mengetahui hal itu, pihak keluarga langsung membuat laporan ke Polda Sumut. Namun sudah 10 hari laporan tersebut belum ditanggapi oleh pihak polisi.
“Pihak keluarga besar, jadi mereka menganggap ada keganjilan dan prosesnya sangat lambat, kalau mungkin ini perkara melibatkan anggota sipil tidak melibatkan anggota kepolisian mungkin cepat pengungkapan kasusnya, kok ini lambat, ada apa? Jangan main-main ini menyangkut nyawa seseorang harus diproses cepat,” tegas Daniel.
Dia berharap agar pihak polisi mengusut tuntas perkara pembunuhan secara profesional dan cepat, mengingat ini adalah kasus penghilangan nyawa seseorang.
“Jadi kita sangat keberatan kalau ada upaya-upaya, untuk itu makanya kami tegaskan tadi dalam orasi juga pihak keluarga juga memberikan statement agar Kapolda dan polisi yang menangani perkara ini supaya bertindak profesional begitu juga dengan pihak rumah sakit yang mengeluarkan otopsi nanti tanpa adanya tekanan atau intervensi dari pihak manapun kami khawatir ini tidak jujur,” pungkasnya.
[MU-11]






