Tergiur Upah Rp 2 Juta, Warga Glugur Nekat Jadi Perantara Jual-Beli Sabu 190 Gram

  • Bagikan
Ket Foto : Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Wahyuni saat membacakan dakwaan di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri Medan.

MediaUtama | Medan – Kristian Andi Nata (35) warga Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan ini mulai diadil terkait kasus perantara jual-beli sabu seberat 190 gram.

Sidang yang beragendakan dakwaan sekaligus keterangan saksi dan keterangan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Wahyuni menghadirkan dua orang saksi dari kepolisian Polda Sumut.

Dalam keterangannya, saksi mengatakan awal penangkap terhadap terdakwa, saksi petugas kepolisian melakukan penyamaran sebagai pembeli sabu.

Ket Foto : Dua saksi kepolisian dari Polda Sumut memberikan keterangan di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri Medan.

“Awalnya kami menyamar sebagai pembeli, dan memesan sabu kepada terdakwa seberat 2 ons dengan harga Rp100 juta,” kata saksi polisi di hadapan majelis hakim yang diketuai Ali Tarigan di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri Medan. Selasa (03/11/2020).

Dikatakan saksi, penangkapan terdakwa dilakukan di dalam mobil di Jalan Glugur. “Kami melakukan penangkapan terhadap terdakwa di dalam mobil majelis hakim, saat terdakwa mau menyerahkan sabu yang telah dipesan,” kata saksi.

Setelah dilakukan penangkapan, kata saksi, terdakwa mengaku barang sabu itu milik Wahyu (DPO). 

“Terdakwa mengaku sabu tersebut milik Wahyu, dan terdakwa hanya sebagai perantara jual-beli sabu pak,” kata saksi.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim melanjutkan persidangan dengan agenda keterangan terdakwa.

Menjawab pertanyaan majelis hakim, terdakwa mengakui perbuatannya menyerahkan sabu tersebut kepada calon pembeli.

“Saya yang menyerahkan kepada calon pembeli pak, saya menerima sabu itu dari Wahyu. Kalau berhasil menjualkan sabu tersebut saya diupah Rp2 juta,” ujarnya di hadapan majelis hakim yang diketuai Ali Tarigan.

Usai mendengarkan dakwaan sekaligus keterangan saksi dan keterangan terdakwa, majelis hakim yang diketuai Ali Tarigan menunda persidangan pekan depan dengan agenda tuntutan.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU Sri Wahyuni mengatakan kasus bermula pada hari Sabtu tanggal 02 Mei 2020 sekira pukul 13.00 WIB, saat terdakwa Kristian duduk di dekat rumahnya di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat Kota Medan didatangi petugas yang menyamar sebagai pembeli memesan 2 ons sabu terhadap terdakwa.

“Selanjutnya terdakwa menghubungi Wahyu alias Sembret (DPO). Lalu tak lama kemudian terdakwa mengatakan bahwa barang sabu ada dengan harga 1 ons sabu yang bagus Rp55 juta dan yang kurang bagus Rp45 juta,” kata JPU Sri Wahyuni.

Lanjut dikatakan JPU, lalu  calon pembeli tersebut mengatakan tidak masalah yang penting ada.  Setelah itu terdakwa dan calon pembeli tersebut pun langsung sepakat. Setelah itu terdakwa pergi menemui Wahyu alias Sembret di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Barat tepatnya di dalam Komplek.

Setelah menerima sabu dari Wahyu, terdakwa pun langsung pergi menemui calon pembeli tersebut, kemudian menghubungi calon pembeli dan menemui calon pembeli didalam mobil hitam yang parkir di pinggir jalan.

Saat terdakwa akan menyerahkan 1 buah plastik warna hijau yang berisikan narkotika jenis shabu tersebut, tiba-tiba laki-laki calon pembeli tersebut langsung menangkap  terdakwa, ternyata calon pembeli tersebut adalah petugas Polisi Polda Sumut yang melakukan penyamaran untuk memesan dan membeli narkotika jenis shabu kepada terdakwa.

Dari terdakwa disita barang bukti berupa 1 (satu) buah plastik warna hijau yang didalamnya terdapat 1  bungkus plastik bening tembus pandang yang berisikan narkotika jenis sabu seberat 95 gram netto.

Selanjutnya terdakwa berikut barang bukti dibawa ke Kantor Ditresnarkoba Polda Sumut untuk diproses lebih lanjut.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana pasal 114 (2) subs Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas JPU Sri Wahyuni.

[MU-01]

  • Bagikan