Home / KORUPSI

Jumat, 20 November 2020 - 20:58 WIB

Polda Sumut Tetapkan Kasubbag Keuangan PD Pasar Kota Medan Jadi Tersangka

Ket Foto : Ilustrasi. (Int)

Ket Foto : Ilustrasi. (Int)

MediaUtama | Medan – Kepolisian Daerah (Polda) Sumut melalui Subdit III/Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara menetapkan Kasubbag Akutansi dan Keuangan PD Pasar Kota Medan inisial AS menjadi tersangka. As diduga melakukan tindak pidana korupsi senilai Rp1.483.000.000.

“Penetapan tersangka kepada AS itu karena dirinya diduga terbukti melakukan korupsi terkait penyetoran kontribusi uang sewa tempat berjualan di Pasar Induk Tuntungan periode 2015 hingga 2017,” kata Kasubdit III/Tipikor, Kompol Wira Prayatna, Jumat (20/11/2020).

Dikatakan Wira, berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perusahaan Daerah Pasar Kota Medan Nomor: 5113/2029/PDPKM/2015 tentang Revisi Surat Keputusan Direksi Perusahaan Daerah Pasar Kota Medan Nomor: 511.3/1227/PDPKM/2015, tanggal 27 Februari 2015 tentang Penetapan Biaya Sewa Tempat Berjualan di Pasar Induk Lau Cih Medan Tuntungan tanggal 7 April 2015.

“Bahwa tempat berjualan di Pasar Induk Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan yang dibangun Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Kota Medan adalah sebanyak 1.215 tempat dengan total uang yang harus disetorkan sebesar Rp.9.348.000.000,” bebenya.

Dengan rincian terdiri dari atas Grosir sejumlah 720 unit, Sub Grosir I, Sub Grosir II, Wisata Buah 56 unit, Rumah Toko (Ruko) sebanyak 6 unit dan Kantin 1 unit.

“Tersangka menerima setoran uang kontribusi sewa pedagang Pasar Induk Tuntungan secara gelondongan dari penyetor tanpa disertai rincian nama pedagang yang menyetor,” jelas Wira.

Wira mengungkapkan bahwa tersangka AS juga membuat tanda terima uang berupa kwitansi (bukan kwitansi resmi PD Pasar Kota Medan) diperuntukkan sebagai bukti pembayaran dan hal ini khusus untuk pembayaran sewa Pasar Induk Tuntungan.

IKLAN ADS

“Berdasarkan bukti kwitansi penerimaan uang kontribusi sewa Pasar Induk Tuntungan yang dibuat oleh AS bahwa jumlah total keseluruhan uang kontribusi sewa Pasar Induk Tuntungan yang diterima oleh AS sebesar Rp 9.462.713.500. Dan seluruh pedagang Pasar Induk Tuntungan sudah membayar uang kontribusi sewa,” ungkapnya.

Diketahui bahwa tidak seluruh uang kontribusi sewa sebesar Rp 9.462.713.500. “Namun yang disetor tersangka AS hanya sebesar Rp 7.865.000.000, sehingga terdapat indikasi kerugian negara sebesar Rp 1.483.000.000,” terang Wira.

Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 3 ayat (1) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan, yang menyebutkan bahwa Keuangan Negara dikelola secara tertib, taat kepada peraturan perundang-undangan, efisien, efektif, ekonomis, transparan dan bertanggung jawab, dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

Kemudian, Pasal 4 Permendagri 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan Keuangan Daerah yang menyebutkan tentang azas Umum Pengelolaan Keuangan Daerah.

Lalu, perbuatan tersangka juga bertentangan dengan Buku Pedoman Sistem Akuntansi PD Pasar Kotamadya Medan Kerjasama PD Pasar Kotamadya Medan dengan Puskap FE USU 1996.

“Serta Keputusan Walikota Daerah Tingat II Medan Nomor : 539/1992/SK/1996 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perusahaan Daerah Pasar Kota Madya Daerah Tingkat II Medan,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

KORUPSI

Korupsi Dana Desa di Batu Bara, Kades Sukajaya Divonis 6,5 Tahun Penjara

HUKUM

KPK-Kejari Dairi Tetapkan Anggota DPRD Sumut Tersangka Korupsi Cetak Sawah 

KORUPSI

Terbukti Korupsi Rp1,2 Miliar, Direktur RSUD Kota Pinang Divonis 6 Tahun Penjara

BERITA UTAMA

Eldin Divonis 6 Tahun Penjara, Gubsu: Lebih Baik Dihukum di Dunia daripada di Akhirat

HUKUM

Kasus Suap Walikota Medan, Saksi Yakin Samsul Fitri Berani Minta Sejumlah Dana Atas Instruksi Eldin

HUKUM

Plt. Kadis Perkim Labuhanbatu Kena OTT Polda Sumut

KORUPSI

KPK Terima 118 Pengaduan Bansos Covid-19

KORUPSI

Akhyar Temui Eldin di Pengadilan Negeri Medan