PBB Pertanyakan Perkembangan Pasien di RSU Sinar Husni

MediaUtama | Medan – Keluarga Besar Persatuan Batak Bersatu (PBB) dari dua Kecamatan antara lain Kecamatan Medan Marelan dan Medan Belawan, mendatangi Rumah Sakit Umum Sinar Husni Helvetia untuk mempertanyakan perkembangan kesehatan Abidin Pasaribu (65), Senin (30/11/2020).

Seyogianya, Abidin menderita sakit Advendic (Usus buntu) sesuai pemeriksaan di klinik, lalu klinik menyarankan untuk dibawa keRumah Sakit. Abidin pun dibawa oleh keluarga ke RS Sinar Husni dan pada Selasa (24/11/2020) telah menjalani operasi pengangkatan usus buntu tersebut, namun pada minggu (29/11/2020) pasien menjalani rontgen ulang hasilnya paru pasien tersuspec reaktif Covid-19.

Tidak puas dengan hasil pemeriksaan, keluarga berkoordinasi dengan PBB Medan Marelan yang diketuai H. Hutahaean untuk meminta kejelasan pihak RS.

Setelah mendapat keterangan dari RSU, pasien dianjurkan rujuk untuk memastikan dengan uji swab di RS lain berhubungan RSU Sinar Husni tidak memiliki fasilitas uji swab atau tife C.

Setelah pihak keluarga dan PBB bermusyawarah keputusannya pasien akan dibawa pulang, dengan catatan harus melapor kePuskesmas terdekat yang nantinya pihak puskesmas lah yang akan memantau perkembangan kesehatan pasien tersebut.

Ujaran dari keluarga berharap agar pasien tidak dirujuk karena takut. “Takut kami bila dirujuk hasilnya positif dan bila pun orang tua kami ini meninggal kami tidak bisa melihat, kami tidak bisa mendampingi, biarlah kami bawa pulang harapan kami dia sehat kalaupun pendek umur, kami bisa melihatnya untuk yang terakhir kalinya, kami pun tidak yakin kalau orang tua kami ini positif Covid-19 Bang,” ujar anak Abidin Pasaribu yang tidak ingin namanya dipublikasikan.

Sedangkan keterangan dari pihak RS pasien harus dirujuk atau menjalani isolasi mandiri tetapi isolasi mandiri dengan pantauan puskesmas terdekat agar perkembangan kesehatan pasien terpantau karena juga pasien baru saja menjalani operasi usus buntu.

“Inikan masih dugaan dilihat dari hasil Rontgen terakhirnya, belum tentu positif makanya kita anjurkan rujuk keRumah Sakit yang lebih lengkap untuk uji swab karena kita tidak ada uji swab atau PAPS lah dengan kesepakatan buat pernyataan dan harus koordinasi dengan puskesmas terdekat untuk pemantauan isolasi mandiri,” jelas pihak RS.

Sementara saat ditanya awak media, gimana tentang pelayanan RSU Sinar Husni kepada pasien selama dirawat di RS tersebut. Penasehat Kecamatan dan Ketua Kecamatan itu mengatakan penilaian kami sampai saat ini masih bagus dan disambut dengan baik, kami juga menerima hasil penjelasan pihak RS karena kita juga menjunjung tinggi profesionalisme.

“Pihak RS menangani keluarga kami secara profesional dan kami pun menyikapi secara profesional juga. Kami pun ucapkan terimakasih kepada pihak RSU Sinar Husni yang telah merawat salah satu anggota kami dengan baik serta saran terbaik pun ditawarkan kepada kami,” jawabnya.

Menjunjung tinggi profesionalisme, PBB akan tetap berjuang menegakkan dan mendukung kebenaran, horas..horas..mejuah juah, NKRI harga mati. Yel yel dikumandangkan oleh Keluarga Besar PBB disertai membubarkan diri sambil mengiringi Abidin Pasaribu keluar dari RSU SH.

[MU/Rel]