KECEWA WAJAH TEMAN KENCAN TAK SESUAI APLIKASI, PRIA INI JUGA DIPERAS Rp1,2 JUTA

  • Bagikan

MediaUtama.News – Seorang pria di Medan, Sumatra Utara (Sumut) jadi korban pemerasan modus kencan. Korban awalnya merasa kecewa karena wajah teman kencannya tidak sesuai di aplikasi MiChat.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Pardamean Hutahaean mengatakan, pelaku berjumlah dua orang sudah ditangkap. Satu di antaranya berjenis kelamin perempuan.

“Satu orang pelaku perempuan berinisial M telah diamankan, sedangkan rekan pelaku berinisial GT masih dalam pengejaran,” kata Pardamean Hutahaean, Kamis (23/9/2021).

Kasus penipuan itu bermula saat korban berinisial I memesan jasa kencan dengan pelaku M melalui aplikasi MiChat.

Kemudian pelaku dan korban sepakat untuk bertemu pada Selasa (14/9/2021) sekitar pukul 21.30 WIB di Jalan Kapten Muslim, Medan.

Harga booking yang disepakati antara pelaku dan korban Rp750.000. Namun apabila korban minta cancel, maka harus bayar Rp250.000.

Pada saat korban menemui pelaku, dia merasa terkejut dan kecewa karena wajah tidak sesuai diaplikasi MiChat. Korban pun membatalkan jasa tersebut dan memberikan uang sebesar Rp150.000 kepada pelaku.

Karena kesepakatan tidak sesuai, antara korban dan pelaku sempat terjadi keributan. Namun korban akhirnya mengalah dan memberikan sisa uang kekurangannya.

Pada saat korban hendak meninggalkan lokasi, pelaku M mengambil handphone pelaku sebagai jaminan uang kamar yang telah dipesan sebesar Rp300.000.

“Karena kesal, korban pergi meninggalkan pelaku,” ujarnya.

Selanjutnya, pelaku memberikan handphone tersebut kepada rekannya GT. Tak selang berapa lama kemudian korban datang bersama temennya ingin menebus handphone tersebut.

Namun kesepakatan kembali berubah. Saat itu GP meminta sewa uang kamar kepada korban sebesar Rp1,2 juta.

Korban yang merasa telah ditipu selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Medan Helvetia.

Atas laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku M pada Selasa (21/9) di sebuah rumah kos di Jalan Kapten Muslim.

Pelaku dikenakan pasal 365 Ayat (1) Subs Pasal 363 Ayat (1) ke 4e dari KUHPidana dari KUHPidana dan ancaman hukuman penjara selama 9 tahun.

“Sementara pelaku GT akan kami kejar terus dan apabila tidak kooperatif kami akan ambil tindakan tegas serta terukur,” ucap Pardamean Hutahaean. (REP/sumut)

 14 views

  • Bagikan
Call Now ButtonKRITIK & SARAN