Medan. Mediautama.news – Puluhan imigran gelap asal Afghanistan di Sumut, berunjuk rasa di gedung DPRD Sumut, Selasa (4/10/2022).
Namun, kedatangan mereka tidak ada yang menerima, karena kebetulan pada hari itu seluruh anggota dewan sedang melakukan kunjungan kerja ke luar provinsi dan kabupaten/kota di Sumut.
Para pengungsi yang di antaranya terdapat anak-anak ini membentang sejumlah spanduk yang intinya meminta agar pemerintah memfasilitasi pengungsi ke UNHCR untuk dikembalikan ke negara asal mereka atau diberangkatkan ke negara ke tiga.
Kordinator aksi, Muhammad Juma memohon perlindungan Presiden Jokowi atas nasib mereka yang sudah lebih 11 tahun di Kota Medan.
” Kami akan berunjukrasa di Jakarta memohon kepada Pak Jokowi agar status pengungsi kami segera diakhiri, agar kami bisa dipulangkan ke negara kami ,” tegas Muhammad Juma.
Pantauan wartawan, warga Afganistan ini berteriak-teriak dengan menggunakan bahasanya dan sesekali berbahasa Indonesia, mendesak rezim Afghanistan menghentikan pembunuhan terhadap etnis Hazara, agar pengungsi bisa aman kembali ke negara mereka.
Pada kesempatan itu, Imigran Afganistan ini menyampaikan harapannya kepada kalangan jurnalis /media massa untuk membantu menginformasikan ke seluruh dunia, tuntutan dan kondisi mereka yang sangat menderita saat ini.
“Bantu kami, agar organisasi yang menangani imigran (IOM), UNHCR serta lembaga lain memperhatikan nasib para imigran. Aksi seperti ini sudah berulang kali kami lakukan ,” tegas Juma.
Beberapa waktu melakukan aksinya, warga Afganistan ini pun membubarkan diri dengan perasaan kecewa, karena tidak ada yang menerima mereka. (Md 1)






