Tolak Pengosongan Lahan ‘Bumper’ Sibolangit, Ratusan Warga Unjuk Rasa ke DPRDSU

Unjuk Rasa: Ratusan warga Desa Bandar Baru Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang berunjuk rasa ke gedung DPRD Sumut, menolak rencana Pemprovsu menertibkan warga dari Bumper Pramuka Sibolangit, Senin (14/11/2022).(Foto: Mu/dok)

Medan, Mediautama.news – Ratusan warga Desa Bandar Baru Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, berunjuk rasa ke gedung DPRD Sumut, Senin (14/11/2022).

Mereka menolak rencana Pemprov Sumut yang akan menertibkan warga untuk mengosongkan lahan Bumi Perkemahan (Bumper) Pramuka Sibolangit.

Warga mengklaim, kawasan Bumper Sibolangit yang akan ditertibkan ini, merupakan milik masyarakat yang sudah dikuasai sejak tahun 1954.

Di depan gedung dewan, massa pun membentangkan sejumlah spanduk yang intinya menolak pengosongan lahan Bumper.

 

Tilisan di spanduk yang dibawa warga di antaranya, “Kami masyarakat Desa Bandar Baru sangat keberatan atas perintah pengosongan lahan yang kami usahai secara turun temurun di Bumper Sibolangit”.

Masa juga membawa berbagai jenis tanaman, sebagai simbol keprihatian, karena lahan yang selama ini sebagai tempat mencari makan mereka, akan dibersihkan.

Koordinator Aksi Dermawan menyatakan, warga akan tetap mempertahankan haknya, sekalipun dengan mempertaruhkan nyawanya. Mereka berharap kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk membatalkan rencana pengusiran warga dari Bumper Sibolangit pada 16 Nopember 2022.

“Kami masyarakat Kecamatan Sibolangit menolak tegas penertiban Bumper oleh Satpol PP Sumut dan jajarannya. Kami akan mempertahankannya, karena kami sudah tinggal di sana sejak puluhan tahun,” kata Dermawan.

Aksi ini, menurut Dermawan, sebagai bentuk penolakan warga atas kedatangan petugas tim terpadu Pemprov Sumut yang akan melakukan penertiban kawasan itu.

Sebelumnya, terkait penolakan penggusuran lahan Bumper, warga juga melakukan aksi demo memblokade jalan Medan-Kabupaten Karo dengan membakar ban bekas.

Kedatangan pengunjuk rasa akhirnya diterima anggota DPRDSU Edward Zega. Dia berjanji akan mengundang Gubernur Sumut dan Pemkab Deliserdang dalam rapat dengar pendapat di Komisi A, untuk meminta pembatalan penertiban Bumper Sibolangit yang sudah dijadwalkan pada 16 Nopember.

Mendapat penjelasan dari Edward Zega, massa dari Desa akhirnya membubarkan diri dengan tertib meninggalkan gedung Wakil rakyat tersebut. (Md 1)