HUKUM  

Tim Tabur Kejatisu Amankan Dua Terpidana DPO Kasus Korupsi Proyek Jalan di Tobasa

Tahanan (Foto:llustrasi/iStock)

Medan, Mediautama.news – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) berhasil mengamankan terpidana Bernard JS, ST dan Fernando H dalam perkara tindak pidana korupsi pekerjaan jalan jurusan Amborgang – Sampuara Porsea/Uluan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017 sebesar Rp 4.457.540.000.

Bernard JS merupakan mantan Pejabat Pembuat Komitmen di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PPK PUPR) Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) sedang Fernando H selaku Direktur PT Bintang Timur Baru.

Terpidana Bernard JS diamankan di kediaman orang tuanya di Kelurahan Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Timur. Saat diamankan, terpidana bersikap kooperatif.

Selanjutnya, di hari yang sama pada pukul 19:30 WIB, tim Tabur Kejatisu kembali berhasil mengamankan terpidana Fernando H, selaku Direktur PT Bintang Timur Baru, di kediaman orang tuanya di kawasan Medan Denai.

Saat diamankan, terpidana sempat melakukan perlawanan dan terjadi perdebatan antara keluarga terpidana dengan tim Tabur. Namun akhirnya tim berhasil meredakan situasi sehingga terpidana dapat diamankan.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI tanggal 5 Agustus 2021, terpidana Bernard JS dan terpidana Fernando H terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama

Akibat perbuatan keduanya, terpidana dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun, denda Rp 50.000.000 subsidair 1 bulan kurungan dan tanpa dikenakan uang pengganti kerugian keuangan negara.

Kedua terpidana diamankan karena ketika dipanggil untuk dieksekusi menjalani putusan, terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut. Karenanya terpidana dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Setelah keduanya berhasil diamankan, Tim Tabur Kejatisu menunggu kedatangan tim dari Kejari Tobasa guna proses eksekusi. Kedua terpidana merupakan DPO Kejari Tobasa.

Melalui program Tabur Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran untuk dilakukan eksekusi untuk kepastian hukum.

Jaksa Agung mengimbau kepada seluruh DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan. (r/Puspenkum Kejagung)

 84 views