Gmail Diserang Modus Baru, Penipuan Berbasis AI Mengintai

Hacker (Foto: Mu/ilustrasi/pixabay)

Jakarta, Mediautama.news – Modus penipuan phishing yang memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dengan target pengguna Gmail terungkap. Calon korbannya dalam kasus ini menerima panggilan telepon yang diklaim berasal dari kantor Google di Sydney.

Konsultan Solusi Microsoft, Sam Mitrovic, dikutip dari CNBC Indonesia menceritakan pengalamannya ketika menerima notifikasi pemulihan akun yang mencurigakan. Ia memilih untuk mengabaikan notifikasi tersebut. Namun, 40 menit kemudian, ia menerima panggilan telepon yang mengaku dari Google Sydney.

Seminggu kemudian, modus serupa kembali terjadi. Kali ini, Mitrovic memutuskan untuk menjawab panggilan tersebut. Menurut penuturannya, penelepon adalah seseorang dari Amerika Serikat (AS) yang mengaku sebagai perwakilan dari Google Support.

Telepon itu menjelaskan akun Mitrovic melakukan aktivitas mencurigakan. Seorang penyerang juga telah mengakses akun dan mengunduh data di dalamnya selama seminggu terakhir.

Namun akhirnya Mitrovic menyadari yang meneleponnya adalah sebuah mesin. Dia mengingatkan modus penipuan kian canggih karena banyak orang yang terperdaya.

“Orang-orang sibuk dan penipuan ini tampak cukup sah membuat saya akan memberikan mereka AI untuk upayanya. Banyak orang akan terperdaya, namun pada tingkat individu dengan tools terbaik memiliki kewaspadaan,” jelasnya dikutip dari Tom’s Guide.

Salah satu yang bisa dilakukan untuk menghindari jadi korban adalah dengan tidak terburu-buru memeriksa pesan yang masuk. Biasanya pesan yang masuk akan dibuat dengan rasa urgensi agar korban langsung menuruti apa yang diminta.

Jangan lupa memeriksa alamat email atau informasi yang masuk, pastikan informasinya berasal dari perusahaan yang tepercaya. Tips terakhir adalah menggunakan software antivirus untuk melindungi perangkat.(r)

Editor: Joko