DUNIA  

Peraih Nobel Maria Machado Hadapi Gugatan Terkait Dukungannya Terhadap Israel

Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado. (Foto: REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria)

Jakarta, Mediautama.news – Peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2025, Maria Corina Machado, digugat oleh kelompok pembela hak-hak sipil di Amerika Serikat, untuk menghentikan dukungannya terhadap Zionisme dan fasisme. Gugatan itu juga menyoroti kedekatan Machado dengan partai politik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta kelompok sayap kanan di Eropa.

Sebelumnya, tokoh perempuan asal Venezuela itu dinobatkan sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini. Machado dianggap layak menerima penghargaan bergengsi tersebut atas komitmen dan perjuangannya yang gigih dalam memperjuangkan hak-hak demokratis rakyat Venezuela.

Dedikasinya dalam mendorong transisi yang adil dan damai dari rezim otoriter menuju sistem demokrasi menjadikan namanya disorot dunia. Namun, di tengah pujian internasional, dukungannya terhadap gerakan pro-Zionis dan kelompok kanan konservatif kini justru memunculkan gelombang kritik dan tuntutan hukum di berbagai kalangan aktivis hak asasi manusia.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (Cair) mengatakan bahwa mereka sangat tidak setuju dengan keputusan komite Hadiah Nobel untuk memberikan hadiah kepada Maria Corina Machado. Mereka bahkan akan mendesak komite Hadiah Nobel untuk mempertimbangkan kembali keputusannya.

“Seorang fanatik anti-Muslim dan pendukung fasisme Eropa tidak akan memiliki tempat untuk disebutkan bersama orang-orang, seperti Dr Martin Luther King Jr, dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian lainnya,” kata Cair dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Middle East Eye dan silansir dari CNBC Indonesia, Sabtu (11/10/2025).

Hadiah Nobel Perdamaian, jelas Cair, harus diberikan kepada individu yang telah menunjukkan konsistensi moral dengan berani mengadvokasi keadilan untuk semua orang, bukan kepada politisi yang menuntut demokrasi di negara mereka sendiri sambil mendukung rasisme, kefanatikan, dan fasisme di luar negeri.

Machado mendukung Partai Likud Netanyahu dan menulis surat kepadanya pada 2018 untuk meminta bantuan dalam menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Machado menandatangani aliansi formal antara partai politiknya dan Partai Likud pada 2020. Pada tahun yang sama, dia mengatakan kepada media Israel bahwa dia akan memindahkan kedutaan Venezuela ke Yerusalem jika dia berkuasa.

Dia juga menyatakan, perjuangan Venezuela adalah perjuangan Israel. Pada Februari, Machado menyampaikan sambutan virtual di konferensi Patriots of Europe sayap kanan di Madrid, di mana pembicara termasuk pendukung anti-Muslim Wilders, Le Pen dan Viktor Orban.

Sebuah laporan dari Reuters mengatakan bahwa para pembicara menentang imigrasi dan sebagian besar menyerukan Reconquista baru, sebuah referensi kepada orang Kristen yang menaklukkan kembali bagian Muslim di Spanyol dan Portugal.

Sementara itu, pada penerimaan Hadiah Nobel, Machado mendedikasikan hadiah tersebut kepada Presiden AS Donald Trump dan rakyat Venezuela.

“Saya mendedikasikan hadiah ini kepada rakyat Venezuela yang menderita dan kepada Presiden Trump atas dukungannya yang menentukan terhadap tujuan kami,” kata dia.(r)

Editor: Edward