Tragis, Polisi Pengawal Presiden Tewas Ditembak Anak Panah

Anak panah (Foto:ilustrasi/pixabay)

Jakarta, Mediautama.news – Tragedi memilukan mengguncang Kenya. Seorang anggota kepolisian tewas secara mengenaskan setelah tertembus anak panah di area salah satu gerbang State House, kediaman resmi Presiden Kenya di Nairobi, pada Senin (13/10/2025).

Insiden berdarah ini mengejutkan publik dan menimbulkan tanda tanya besar mengenai keamanan di kompleks kepresidenan, yang selama ini dikenal sebagai kawasan paling ketat penjagaannya di negara tersebut.

Menurut keterangan resmi kepolisian, pelaku merupakan seorang pria berusia 56 tahun yang datang ke pos penjagaan sambil membawa busur dan anak panah. Saat diminta menyerahkan diri, ia justru menolak dan tiba-tiba melepaskan tembakan. Anak panah melesat cepat, menembus dada kiri Kopral Polisi Ramadhan Matanka, hingga ia tersungkur bersimbah darah di depan pintu gerbang.

Rekan-rekan Matanka yang berada di lokasi langsung berlari memberikan pertolongan, namun luka yang dialaminya terlalu parah. Matanka menghembuskan napas terakhir di tempat kejadian, meninggalkan duka mendalam bagi korps kepolisian Kenya.

“Petugas segera dilarikan ke rumah sakit, namun sayangnya meninggal dunia saat menjalani perawatan,” demikian isi pernyataan kepolisian Kenya, dilansir BBC, Selasa (14/10/2025) dan dikutip dari CNBC Indonesia.

Tubuh korban kini disimpan di kamar jenazah dan dijadwalkan menjalani autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian. Sementara itu, kepolisian Kenya telah membuka penyelidikan penuh untuk mencari tahu motif di balik serangan tersebut.

Laporan media Kenya mengungkapkan pelaku diduga telah menyamar sebagai tunawisma yang membawa karung berisi busur dan anak panah untuk mengelabui penjaga. Aksi itu terjadi di pagi hari, saat petugas melakukan pemeriksaan rutin kendaraan yang hendak masuk ke area kompleks presiden.

“Pelaku mendekati gerbang utama dan tampak seperti gelandangan. Saat diminta berhenti dan menyerahkan diri, dia justru menembakkan panah ke arah petugas,” tulis laporan kepolisian.

Pelaku berhasil ditangkap hidup-hidup oleh aparat keamanan setelah aksi tersebut. Tayangan video yang disiarkan stasiun televisi NTV Kenya memperlihatkan seorang pria dengan tangan diborgol dan luka di tubuhnya berada di dalam mobil polisi, sebelum dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kepolisian Nasional Kenya mengecam keras aksi tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Kepolisian Nasional mengecam tindakan biadab ini dan memuji respons cepat para petugas yang berhasil mencegah kerugian lebih besar,” ujar juru bicara kepolisian, Muchiri Nyaga, dalam pernyataannya.

Ia menambahkan bahwa petugas Matanka telah memberikan pengorbanan tertinggi dalam menjalankan tugas menjaga keamanan negara.(r)

Editor: Edward